Senja di Kereta Tua

Cahya Legawa

Saya seorang penulis, praktisi kesehatan, menyukai sastra, dan gemar menikmati senja bersama secangkir teh hangat.

Latest posts by Cahya Legawa (see all)

Beberapa minggu yang lalu, saya sedang duduk di sebuah kedai sambil menyeruput segelas kecil kopi hangat. Senja saat itu terasa hangat, debu-debu jalanan berpendar jingga keemasan ketika diselami sinar surya. Angin hanya sesekali mendayu, dan lingkar kesadaranku meringkuk dalam uap-uap hangat yang melekuk-lekuk malas di bibir gelas di hadapanku.

Tak lama kemudian, suara deru tua yang serak tertatih-tatih dengan lambatnya seakan meminta seseorang untuk – setidaknya – memberikan lirikan perhatian. Aku segera menemukan sebuah kotak bermesin tua, kereta di era modern yang telah tertelan oleh zaman dan perubahan. Ia dulu mungkin tampak hebat, namun kini mungkin ia hanya keusangan yang menunggu hari akhirnya. Bergerak menuju arahkan seakan berusaha mengejar mentari yang terbenam sesaat lagi.

Sesekali tampak angin melesung dan mengangkat debu di antara roda-roda kusam selamanya hendak berkata, “aku dapat melaju lebih cepat darimu”. Namun tentu saja itu adalah drama kebisuan di antara senjaku.

Setelah cukup dekat, aku melihat dua sosok yang begitu lanjut usia mereka di sana. Si kakek yang tampak sabar dan tenang berada di belakang kemudi. Sementara di sampingnya, seseorang nenek yang terlelap pada sandaran yang mungkin sudah tak empuk lagi. Entah kemana mereka menuju di cakrawala senja, mungkin hanya angin yang menemani roda-roda kusam itu yang memiliki jawabannya.

Semua bayangan kereta tua itu segera menghilang dan senja-pun mengakhiri gitanya dengan sinar terakhir yang menjulang di kaki langit Barat.

Aku kembali menatap kepulan uap yang kini sudah jauh menipis di hadapanku, dan meneguk kenikmatan terakhir yang membasuh hangat di dada. Aku bertanya-tanya, apakah bayangan senja yang begitu hangat baru saja melintas di hadapanku?

11 thoughts on “Senja di Kereta Tua

  1. Ceritaeka

    Bersama hingga tua dan maut bekerja?
    Entah kenapa aku selalu merasa trenyuh kalau melihat pasangan yang tua renta masih bersama. God bless them

  2. Zippy

    Wihiii…kata2nya keren mas 😀
    Eh tapi ada kata yang saya gak tau artinya, huahahha…
    Btw, jadi kangen naik kereta api dan melintasi pematang sawah.
    Di Jayapura mana ada :)))