Kehidupan Kedua di Dunia Digital?

Anda pernah melihat atau bermainan permainan video sejenis Sims (simulation)? Membuat avatar anda sendiri dan melakukan aktivitas di dunia digital selayaknya di dunia nyata? Lalu bagaimana jika interaksi ini diperluas ke jaringan global, tanpa batas dan sekat? Tentu saja ini lebih dari sekadar jejaring sosial. Setidaknya ini yang ditawarkan oleh Second Life, berinteraksi di duniaLanjutkan membaca “Kehidupan Kedua di Dunia Digital?”

Advent Children – Complete

Seri permainan video Final Fantasy pastinya sudah banyak yang mengetahuinya, dan salah satu yang paling populer adalah Final Fantasy VII yang dirilis tahun 1998. Rasanya masih ingat persis saat dulu memainkannya di Windows 98. Kelanjutan permainan video ini dituangkan oleh Square Enix pada tahun 2005 dalam bentuk film animasi berjudul “Final Fantasy VII Advent Children“.Lanjutkan membaca “Advent Children – Complete”

Ingin Mencoba Lekhonee

Saya mendengar bahwa tim Fedora mengembangkan sebuah blogging client yang diperuntukkan bagi WordPress, halaman web pengembangannya bernama “Welcome to Lekhonee“. Terus terang saya ingin menggunakannya, karena blogging client yang paling ampuh saat ini di Linux adalah Blogilo dan itu pun tidak sememuaskan Windows Live Writer dari Microsoft. Namun Lekhonee dan Blogilo tampaknya sama-sama berbasis KDE,Lanjutkan membaca “Ingin Mencoba Lekhonee”

Bukan Untuk Komputer non-Pribadi

Mungkin banyak yang tahu bahwa saya hampir selalu merekomendasikan avast! antivirus untuk komputer pribadi (baik berbasis Windows maupun Linux), terutama versi gratisnya karena merupakan produk proprietary free for non-commercial purpose. Jadi tidak masalah jika memasangnya dengan lisensi yang sama pada beberapa komputer rumah. Namun saya tidak akan merekomendasikan antivirus ini dengan juga dengan AVG, Avira,Lanjutkan membaca “Bukan Untuk Komputer non-Pribadi”

Gnome 3 atau Unity?

Unity yang dibawa oleh Ubuntu 11.04 Natty Narwhal menurut saya sangat cantik, apalagi kalau dilengkapi dengan kertas dinding koleksi pr9studio yang elegan itu. Tapi bagaimana dengan Gnome 3? Saya sudah menampilkan pratampil Unity pada tulisan sebelumnya. Dan saya tertarik mencicipi Gnome 3, karena Mas Vavai menulis oprekan Gnome 3 untuk openSUSE sangat menarik di blognya.Lanjutkan membaca “Gnome 3 atau Unity?”

Unity dan Natty Narwhal

Beberapa hari ini menggunakan Natty Narwhal beta 2 sebagai satu-satunya sistem operasi di Desktop memberikan pengalaman tersendiri dalam ber-Linux di tahun ini (melirik kembali “Mencicipi Dekstop dengan Natty Narwhal“). Ubuntu 11.04 ini terasa amat berbeda dengan versi sebelumnya, mungkin juga karena Gnome 2.32 yang tertanam penuh di dalamnya dan desktop Unity yang dibawanya. Saya rasaLanjutkan membaca “Unity dan Natty Narwhal”

Windows XP Menuju Tiang Gantungan

Masa hidup Windows XP sudah tidak lama lagi, tapi sebenarnya menurut saya pribadi masih cukup lama, yaitu hingga April 2014. Namun faktanya, Microsoft telah merilis “Windows XP End of Support Countdown” yang berupa perkakas bilah sisi pada Windows Vista & 7 – yang membuat saya juga bertanya-tanya, mengapa tidak dibuatkan pada Windows XP saja. HalLanjutkan membaca “Windows XP Menuju Tiang Gantungan”

Transfer Antar Rekening BNI via SMS Banking

Kisah awalnya adalah saya yang sudah kelelahan berkeliling Jogja untuk mencari slot PCMCIA (bahkan karena sudah terlalu sering mengejanya dari toko ke toko, lidah saya sampai kesleo segala). Yang saya adalah sejenis “PCMCIA to PCI Converter PCMCIA to PCI Converter 16 & 32 bit CardBus”, tapi di semua toko besar di Utara Kota Yogyakarta tidakLanjutkan membaca “Transfer Antar Rekening BNI via SMS Banking”

Nero Kwik Media

Apakah Anda masih menggunakan Nero Suite atau Burning ROM yang bajakan? Piranti lunak untuk mencadangkan data dan memindahkan data ke dalam bentuk kepingan digital ini memang sangat populer, sayangnya masih banyak yang menggunakan versi bajakannya karena tidak mau membeli lisensinya yang cukup mahal. Tapi jangan khawatir, beberapa tahun belakangan ini Nero Burn Lite sudah tersediaLanjutkan membaca “Nero Kwik Media”