Di Tepian Jalan

Dalam rialk-riak kecil kehidupan, setiap insan memiliki tujuan dan tempat yang hendak dicapainya, hanya sedikit yang cuma singgah di kehidupan ini dan berjalan seadanya menyusuri keindahan riaknya (ya, saya boleh dihitung sebagai salah satunya). Bergeming menyeruput secangkir kehidupan dengan memandang gelagat awan-awan sore yang menggantung untuk menghilang sepertinya tak pernah akan menjadi sesuatu yang membosankan.Lanjutkan membaca “Di Tepian Jalan”

Menghadiri Mahasabha Pasemetonan Sri Karang Buncing

Pagi ini saya berkesempatan mewakili menghadiri mahasabha (rapat besar) pasemetonan (persaudaraan) Sri Karang Buncing bertempat di Balai Budaya Gianyar. Kali ini yang diangkat sebagai topik utama adalah kepanutan akan tokoh Kebo Iwo (Kebo Mayura) yang berada pada silsilah Karang Buncing. Jika menelusuri kembali dinasti raja-raja Bali kuno, maka Kebo Iwo adalah salah satu tokoh sentralLanjutkan membaca “Menghadiri Mahasabha Pasemetonan Sri Karang Buncing”

Ice Age: Mengapa Pangaea Terpisah?

Jika Anda menyukai pelajaran Geografi (ilmu bumi) di bangku sekolah, maka istilah Pangaea pastilah bukan sesuatu yang asing. Ini merupakan salah satu topik yang menarik minat saya, di mana pada zaman dulu kala sekitar 250 juta tahun yang lalu pada era Paleozoikum dan Mesozoikum, planet bumi hanya memiliki sebuah benua tunggal raksasa yang disebut PangaeaLanjutkan membaca “Ice Age: Mengapa Pangaea Terpisah?”

Sisi Gelap yang Tersembunyi

Lokasinya memang tidak terlalu jauh dari kota kecil saya, hanya satu jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Untungnya dan saya berterima kasih pada sahabat baik saya, Adek Nanda yang sudah bersedia bolak-balik dua kota untuk mengantar saya. Namun ini hanya tentang sebuah film laga yang baru-baru ini tayang di bioskop lokal dengan banyak penonton. Kali iniLanjutkan membaca “Sisi Gelap yang Tersembunyi”