Tantangan 2021 – Dukungan Teknologi Laptop dalam Layanan Kesehatan Modern

Apa isu utama yang dihadapi hampir semua orang di muka bumi saat ini? Jawabannya tentu saja pandemi COVID-19. Dan bagi saya sebagai tenaga kesehatan, ini merupakan tantangan yang sangat besar, bukan hanya dari sisi keilmuan, namun juga dari pelbagai sisi kemampuan manajemen problem solving terhadap pelbagai krisis baru yang muncul dan dapat muncul ke permukaan.

Tidak pernah dalam dekade terakhir, pemanfaatan teknologi di dunia kesehatan menjadi sebesar dan seluas saat ini dalam menghadapi pandemi. Ketika semua jenis teknologi informasi dituangkan dan dirangkai menjadi pendukung dalam penerapan solusi terhadap isu-isu kesehatan yang terdampak langsung maupun tidak langsung akibat pandemi COVID-19.

Misalnya saja, setahun yang lalu. Isu telemedicine di dalam negeri masih merupakan sesuatu yang jauh dari benak banyak pelaku pelayanan kesehatan, namun saat ini menjadi sesuatu yang semakin digenjot guna memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat di era pandemi. Demikian juga halnya dengan teleconference yang dulu mungkin hanya mengakar di kalangan pebisnis dan akademisi, kini menjadi sesuatu yang tak tergantikan dalam kegiatan manajemen dan penguatan sistem kesehatan.

Dunia dan pelaku layanan kesehatan tidak lagi sekadar berbicara masalah kesehatan, pengobatan dan evaluasinya, namun juga berbicara mengenai sistem kesehatan terintegrasi, kerja sama multidimensi dan multidisipliner, hingga berbagi data dan pengalaman penanggulangan masalah-masalah kesehatan.

Ini juga mungkin masa-masa di mana tenaga kesehatan banyak yang lebih menghabiskan waktu bersama komputer dan gawai berserta setumpuk berkas dibandingkan bersama klien atau pasien mereka. Kegiatan rutin seperti pelacakan kasus (case tracing), penemuan kontak erat, hingga yang terkini pelayanan vaksinasi, semua melibatkan keberadaan teknologi modern. Oleh karena itu bekal gawai pendukung menjadi sangat penting.

Saya bisa duduk beberapa jam di hadapan monitor komputer, berhadapan dengan banyak jendela sekaligus. Baik itu jendela aplikasi perpesanan (messaging), laporan (word processor), pendataan (spreadsheet), hingga pertemuan daring (online meeting). Itu baru yang utama, belum lagi tambahan seperti penjadwalan (calendar), dan penugasan (to do list). Tidak heran jika saya bisa membuka hingga belasan aplikasi secara bersamaan.

Komputer atau laptop seperti apa yang bisa mendukung kegiatan saya ini? Pengalaman saya menggunakan komputer selama lebih dari dua windu dengan pelbagai sistem operasi, saya bisa membuat bayangan sebuah notebook yang kira-kira saya sangat perlukan.

Pertama, komputer ini harus mendukung multi-tasking. Membuka banyak jendela sekaligus dan sejumlah aplikasi yang melakukan pemrosesan data secara bergulir membuat tidak semua jenis sistem pemrosesan mampu menangani situasi ini dengan lancar. Jika ini adalah produk baru, maka pilihannya tentu saja yang cukup banyak digunakan di pasaran, yaitu Intel. Komputer berbasis Intel dengan generasi terkini (Gen-11), dan jika ingin yang terbaik, maka pilihannya adalah Intel® Core i7.

Kedua, ketika bisa mengolah data dalam jumlah banyak sekaligus, maka dia tidak boleh macet ketika mengolah lalu lintas data berukuran besar. Jumlah RAM harus mencukupi, dan seperti yang biasanya saya tulis di blog ini. Argumen saya tetap merekomendasikan RAM 16 GB merupakan kebutuhan wajar untuk sebuah komputer yang digunakan dengan nyaman hingga beberapa tahun ke depan. Pilih yang bagus, misalnya dengan kapasitas 16 GB 4266 MHz LPDDR4x. Saya tidak ingin media penyimpanan laptop cepat pensiun akibat penggunaan SWAP berlebihan pada RAM yang tidak mencukupi.

Pastikan terdapat prosesor dan memori yang cukup kuat untuk bekerja multi-tasking dan mengolah data ukuran besar.

Ketiga, penyimpanan. Saya dulu berpikir penyimpanan tidak perlu besar, belum lagi karena tersedia teknologi pencadangan awan. Tapi di era pandemi, tantangan baru menyebabkan perubahan pendapat saya ini. Era pertemuan daring membuat saya perlu menyimpan banyak rekaman digital pertemuan di komputer, dan jumlah ini terus bertambah, belum lagi dengan pelbagai materi presentasi dan pelatihan daring yang saya ikuti. Kebutuhan akan kapasitas penyimpanan bahkan sempat membuat saya melakukan peningkatan kapasitas penyimpanan internal. Tampaknya saat ini, 1 TB merupakan kapasitas aman yang wajar bagi saya, dan tentu saja dengan tipe penyimpanan yang memiliki kemampuan baca tulis yang cepat, yaitu SSD. 1 TB PCIe® NVMe 3.0 x4 M.2 SSD tampaknya merupakan pilihan yang baik. Tentu saja saya berharap bisa mendapatkan kapasitas penyimpanan lebih untuk meletakkan koleksi foto anak kucing favorit kami.

Keempat adalah antarmuka. Pengalaman saya menunjukkan yang paling cepat berubah dalam satu dasawarsa selain ketajaman resolusi monitor sebuah laptop adalah antarmuka, katakan saya dari USB 2.0 menjadi 3.0, lalu 3.1 dan kini 4.0 termasuk thunderbolt. Perubahan kebutuhan sambungan eksternal dari VGA ke HDMI sudah lama juga menjadi keharusan. Memilih laptop dengan antarmuka terkini menjadi jaminan bahwa laptop akan masih bisa mengikuti perkembangan zaman hingga beberapa tahun ke depan.

Antar muka modern menjamin keberlangsungan hubungan laptop dengan pelbagai pendukung selama beberapa tahun ke depan

Kelima, kamera dan suara yang jernih. Seperti memilih gawai lain, laptop akan saya pertimbangkan yang memiliki kamera dan suara yang jernih. Tentu saja ini bukan untuk swafoto, tapi untuk pertemuan daring. Saya tidak ingin mengikuti pertemuan ilmiah kedokteran, tapi tidak bisa mendengar jelas apa yang disampaikan karena suara yang terdengar kurang jelas. Sudah materinya berat, suara tidak jelas, kan bisa celaka tuh. Tentu saja suara kita juga harus ikut jernih, sehingga tambahan mikrofon dengan teknologi noise cancelation akan sangat membantu menghindari lawan bicara kita mengalami “sakit telinga.”

Keenam, tampilan layar yang juga tak kalah jernih. Banyak media sekarang diproduksi dalam kualitas HD hingga UHD/4K. Termasuk media untuk materi-materi edukasi terkait penanggulangan pandemi di dunia kesehatan. Sebagai konsumen materi-materi ini, saya juga memanfaatkan layar 4K, tapi untuk memproduksi media materi kesehatan hingga 4K, saya belum memiliki layar yang mumpuni. Sehingga jika tersedia laptop dengan monitor hingga mencapai 4K, mengapa tidak? Karena dunia teknologi kesehatan kita tidak akan berhenti cukup di HD saja. Suatu saat, saya yakin melalui telemedicine akan terjadi kewajaran bertukar citra kualitas UHD untuk melakukan konseling medis.

Ketujuh, isu konektivitas dan sumber energi. Konektivitas adalah pertimbangan penting di era kedokteran dan kesehatan digital. Misalnya saat melakukan vaksinasi di dalam atau luar gedung, petugas vaksinasi wajib mengakses layanan digital daring. Jika Anda sempat mengintip posting jejaring sosial rekan-rekan tenaga kesehatan yang melaksanakan vaksinasi COVID-19, Anda akan melihat selalu ada laptop di situ. Laptop dengan daya tahan baterai tinggi dengan selalu stabil terhubung ke jaringan nirkabel merupakan keniscayaan untuk menjalankan tugas-tugas seperti dengan lancar. Sangat baik menurut saya memiliki laptop yang memiliki ketahanan baterai di atas sepuluh jam, ini bisa memberikan rasa aman dalam bekerja di lapangan.

Kedelapan, isu keamanan data. Laptop menyimpan banyak data privasi dan rahasia. Saya tidak tahu dengan orang lain, tapi ya untuk laptop saya. Data ini termasuk data pribadi, data perbankan, data transaksi, hingga data konsultasi medis terkait rahasia jabatan. Data seperti ini yang harus saya jaga dengan baik, bahkan di tahun ini saya berharap tidak mengalami kebocoran data. Saya memiliki metode saya sendiri dalam mengamankan data, seperti pencadangan awan terenkripsi hingga penyimpanan lokal dengan enkripsi SSD. Tapi yang cukup penting bagi saya juga adalah laptop setidaknya “tahan banting”, jangan mudah rusak, sehingga mengurangi frekuensi “singgah” di tempat servis laptop yang juga menjadi potensi area kebocoran data. Enkripsi SSD yang baik dan desain yang kokoh menjadikan keamanan data yakin terjaga dengan lebih baik.

Pastikan laptop yang dipilih juga memiliki ketahanan jangka panjang.

Yup, berbicara tentang SSD, maka bisa dibilang SSD sangat penting, karena tidak hanya sekadar bisa menciutkan ukuran laptop. Komputer masa kini memiliki tampilan berbeda karena mereka memang berbeda. Dengan solid-state drive (SSD) dan teknologi terkini, Anda mendapatkan kecepatan, keamanan, ketahanan, dan desain yang cantik. Kami telah melakukan jajak pendapat, dan hasilnya, orang-orang lebih senang saat bepergian dengan PC modern. Dan tentu saja, SSD membuat komputer melaju dengan lebih kencang. Punya banyak data seperti laporan, tulisan, gambar dan video tersimpan namun perlu ditemukan dan diakses dalam waktu singkat? SSD adalah solusinya.

SSD sudah menjadi standar penyimpanan masa kini.

Kedelapan pertimbangan itu menurut saya penting, tapi tunggu dulu. Tentu saja ada hal lain yang saya inginkan untuk meningkatkan produktivitas. Misalnya kemudahan mobilitas, ukuran wajar dengan berat 1 Kg plus-minus 200 gram adalah standar toleransi yang baik. Tidak eranya lagi menggendong laptop seberat 2 Kg, sekali lagi terima kasih buat SSD. Apa lagi? Mungkin adanya NumPad atau bisa diisi daya ulang menggunakan PowerBank? Oke juga. Tapi yang saya rasa menjadi tren produktivitas adalah stylus aktif.

Stylus aktif sebagai pemacu produktivitas.

PC modern juga dilengkapi dengan pena digital yang memiliki banyak manfaat. Sentuhan khas tercipta saat Anda membuat sketsa atau coretan pada dokumen dengan pena digital. Penelitian juga menemukan adanya peningkatan kinerja hingga 38% pada pelajar ketika mereka menggunakan pena digital untuk mengerjakan soal-soal sains. Tidak semua ide berupa kalimat, kini saatnya untuk tuangkan inspirasi segera dalam sketsa atau coretan pena digital di PC modern.

Lalu apa kaitannya stylus aktif dengan layanan kesehatan? Oh banyak. Ketika presentasi baik luring maupun daring, tidak ada yang melebihi kombinasi coretan tangan di depan layar dengan gabungan grafik data yang kita sajikan, termasuk melakukan pencatatan cepat dan brain-storming secara digital. Layanan dan industri kesehatan juga melakukan hal ini. Jika Anda memiliki laptop layar sentuh covertible yang bisa dilipat 360° maka pena digital bisa membantu Anda menjelaskan kepada pasien mengenai kondisi penyakit, perjalanan penyakit, rencana terapeutik dan lain sebagainya secara lebih detail dan interaktif. Edukasi kesehatan kepada pasien di Indonesia masih mengalami kendala jika sekadar disampaikan secara lisan, media interaktif bisa menjadi jembatan kreatif dalam mengatasi isu ini.

Layanan kesehatan tidak sekadar pasien datang, diperiksa, diobati dan pulang. Namun banyak proses di balik semua itu. Masalah kesehatan tidak sekadar masalah individu, namun juga bisa menjadi masalah kelompok, bahkan lebih luas, seperti pandemi COVID-19 ini contohnya. Tenaga kesehatan tidak hanya dipacu untuk mengetahui bagaimana menyelesaikan isu kesehatan individu, namun juga ancaman kesehatan yang meluas di masyarakat. Komunikasi antar profesi dan staf layanan kesehatan, penyelesaian masalah bersama, hingga pendidikan berkelanjutan merupakan metode yang tidak bisa dihindari. Dan kegiatan-kegiatan ini memerlukan dukungan teknologi yang mumpuni, sehingga gawai seperti laptop yang tangguh menjadi kebutuhan untuk memenuhi tantangan baik yang ada saat ini maupun di masa mendatang.

Pertimbangan-pertimbangan di atas menjadi ide yang baik bagi saya untuk mencari jenis laptop yang bisa mendukung kegiatan saya, terutama di era pandemi, dan menyelesaikan tugas-tugas dengan baik. Termasuk dalam upaya dimulainya uji coba penerapan telemedicine dan teleconsult di tahun 2021 ini. Saya bisa menelusuri opsi yang ada atau memilih laptop dengan semua penawaran fitur tersebut seperti yang disediakan oleh seri ZenBook Flip S UX371EA dari Asus, sebuah teknologi yang sudah mengantongi Red Dot Award 2020 sebagai pemenang.

Tertarik juga? Coba lihat spesifikasi ZenBook Flip S berikut ini.

Main Spec.ASUS ZenBook Flip S (UX371)
CPUIntel® Core™ i7-1165G7 Processor 2.8 GHz (12M Cache, up to 4.7 GHz)
Operating SystemWindows 10 Home with Office Home & Student 2019 pre-installed
Memory16GB LPDDR4X
Storage1TB M.2 NVMe™ PCIe® 3.0 SSD
Display13.3″ (16:9) OLED 4K UHD (3840 x 2160), 400 nits, 100% DCI-P3, 133% sRGB, NanoEdge Display, Touchscreen, PANTONE® Validated display, TÜV Rheinland eye-care certified display
GraphicsIntel® Iris® Xᵉ Graphics
Input/Output1x HDMI 1.4, 1x USB 3.2 Gen 1 Type-A, 2x Thunderbolt™ 4 USB Type-C supports display and power delivery
CameraHD camera with IR function to support Windows Hello
ConnectivityIntel Wi-Fi 6(Gig+)(802.11ax)+Bluetooth 5.0 (Dual band) 2*2
AudioSonicMaster, Smart Amp Technology, Built-in array microphone, harman/kardon certified
Battery67WHrs, 4S1P, 4-cell Li-ion
Dimension 30.50 x 21.10 x 1.19 ~ 1.39 cm
Weight1.20 kg
ColorsJade Black
PriceRp24.999.000
Warranty2 tahun garansi global

Bagaimana? Berminat?

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS ZenBook Flip S (UX371) Blog Writing Competition bersama deddyhuang.com.

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

4 tanggapan untuk “Tantangan 2021 – Dukungan Teknologi Laptop dalam Layanan Kesehatan Modern

Tinggalkan Balasan ke Cahya Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: