Setapak Perapian Waktu

Sang kala sedang duduk termenung, letih dan peluh sudah cukup menetes membasahi jejaknya selama perjalanan ini. Tubuhnya yang sudah renta bagi banyak makhluk yang melahirkannya bersandar di pohon tua yang disebut orang sebagai dirinya. Ia menarik dalam-dalam napasnya yang disimpan dari munculan harapan yang ditabur dalam angin kehidupan dan kematian. Seakan ia menahan agar dirinyaLanjutkan membaca “Setapak Perapian Waktu”

Sad Ripu adalah si enam musuh?

Membaca artikel “Six Inside Enemies” oleh narablog TuSuda, membuat saya berjalan lagi melalui jalur ingatan ke masa bangku sekolah dengan buku-buku agama terbuka lebar. Saya termasuk orang yang sering “protes” saat pelajaran agama, dan paling rendah nilai ulangan hariannya – ah…, itu akan membuat saya tersenyum-senyum kembali. Mengenai Sad Ripu, saya selalu bertanya-tanya mengapa selaluLanjutkan membaca “Sad Ripu adalah si enam musuh?”

Alfa – Omega

Aku adalah aku… Rerumputan yang menekuk terpatahkan mentari adalah aku… Kehangatan yang menyeruak di pagi hari dan dingin yang menyelimuti di kala malam adalah aku… Akulah hujan yang membasahi dan terik yang mengeringkan… Aku sapi-sapi yang merumput dan burung-burung yang beterbangan… Aku, setiap keelokan yang merekah dan setiap kuntum yang melayu… Akulah cahaya dan jugaLanjutkan membaca “Alfa – Omega”