Film Song of the Sea

“Come away, O human child!/To the waters and the wild/With a faery, hand in hand,/For the world’s more full of weeping than you can understand“ Sajak karya William Butler Yeats juga terdengar dalam film animasi yang indah ini. Dan sudah lama saya tidak menyaksikan film animasi sebaik “Song of the Sea” ini, sebuah perpaduan antaraLanjutkan membaca “Film Song of the Sea”

Planes: Fire & Rescue

Film awal Planes memang cukup menarik. Tapi kali ini lanjutannya Planes: Fire & Rescue menurut saya tidak begitu menarik. Namun apa film dari Disney membosankan? tetap saja cukup membuat kita senang menontonnya. Terutama anak-anak tentu saja; saya rasa anak-anak akan sangat menonton film ini di waktu libur mereka, karena kemasan memang ditujukan bagi anak-anak, terutamaLanjutkan membaca “Planes: Fire & Rescue”

How to Train Your Dragon 2

Film lanjutan animasi How to Train Your Dragon 2 dari Dream Works sepertinya agak mengecewakan bagi saya. Animasi yang disajikan memang luar biasa memanjakan mata, dan jalan cerita pun benar-benar disusun baru walau agak klise. Mungkin cerita klise yang sudah bisa ditebak walau tanpa membaca bocoran kisahnya membuat film ini sedikit kurang menarik.

Planes dari Pixar

Disney Pixar kembali merilis film animasi terbaru mereka (sebenarnya sih sudah berita lama), yaitu Planes yang tayang dalam animasi 3D. Mungkin terinspirasi dari kesuksesan Cars 1 & 2, maka film Planes ini dibuat, karena karakternya di dalamnya hampir serupa, kecuali kali ini seputar pesawat udara. Cerita dalam film Planes ini sebenarnya klise saja, tapi kemasannyaLanjutkan membaca “Planes dari Pixar”

The Garden of Words

Kata “jatuh cinta” memang tidak ada aslinya pada budaya Timur, serapan budaya Barat memberikan warna itu. Cinta dalam budaya Timur lebih lembut dan tak kentara. Setidaknya demikian yang diuangkapkan Makoto Shinkai dalam film terbarunya. Saya memang penggemar karya-karya Makoto Shinkai, karena yang dituangkannya ke dalam animasi adalah racikan seni yang sesungguhnya. Berbeda dari karya sebelumnya,Lanjutkan membaca “The Garden of Words”

Case Closed: The Eleventh Striker

Film Detective Conan ke-16 “The Eleventh Striker” sudah rilis 14 April tahun lalu, namun saya baru bisa menyaksikannya sekarang karena DCTP baru saja merilis fansub-nya, hanya saja mungkin ini adalah film terakhir yang akan di-sub oleh mereka. Film ke-17 “Private Eye in the Distant Sea” tidakan akan ditangani oleh DCTP lagi. Dibandingkan film sebelumnya “QuarterLanjutkan membaca “Case Closed: The Eleventh Striker”

Tangled Ever After

Film Tangled sendiri cukup menarik saya dulu, dan sedikit kisah kecil yang menjadi penutupnya tentu cukup menarik. Kali ini bukan Eugine ataupun Rapunzel yang menjadi tokoh utama, namun para pendamping mereka di acara pernikahan kerajaan. The short starts out with the film narrated by Eugene, similar to the first story, proclaiming dramatically that “This isLanjutkan membaca “Tangled Ever After”

Ice Age: Continental Drift

Ini adalah seri keempat film “Ice Age” sejak perdana mengocok perut saya sepuluh tahun yang lalu. Mengambil judul “Ice Age: Continental Drift“. Dan sebagaimana film-film sebelumnya, secara klasik petualangan Manny dan kawan-kawan dimulai oleh bencana yang disebabkan oleh Scrat, dan memang bisa dibilang semua bencana memang dialah berang keroknya dalam film Ice Age, kecuali beberapaLanjutkan membaca “Ice Age: Continental Drift”

Brave

Brave adalah film animasi terbaru dari Disney dan Pixar yang mengambil latar di era Skotlandia tempo dulu, saat mitos dan legenda dimulai. Karena sejumlah masukkan dari teman-teman di Facebook, saya memilih menonton Brave, sebelumnya ada juga pertimbangan menonton Madagaskar 3. Namun karya Pixar tidak ingin dilewatkan jika bisa. Sore itu saya datang ke Empire XXILanjutkan membaca “Brave”