Berkemas-Kemas ke Dunia Baru

Beberapa hari belakangan ini, saya sibuk berkemas-kemas ria, setelah semua administrasi formal selesai – maka saya punya banyak waktu untuk berkemas-kemas. Rupanya memindahkan isi kamar itu tidak bisa seketika, ada banyak hal yang mesti ditata terlebih dahulu, yang mana masuk ke kardus A dan yang mana masuk ke kardus B. Kadang ada banyak kejutan, benda-bendaLanjutkan membaca “Berkemas-Kemas ke Dunia Baru”

Elegi Meja Kerja

Kue molen yang tergeletak demikian juga hal dengan perlengkapan meja kerja bersama dokumen & buku-buku lainnya, diiringi dengan dentingan piano dan petikan serta gesekan biola dari lagu-lagu pop klasik sembari memangku buku teks kedokteran setebal dua ribu halaman. Saya rasa semua itu bisa membuat pikiran & diri saya melayang ke dimensi yang sepenuhnya berbeda. SayaLanjutkan membaca “Elegi Meja Kerja”

Nostalgia Yang Lama

Kadang saya bisa duduk termenung memikirkan satu dua hal yang tidak jelas. Beberapa saat bisa jadi pandangan ini kosong, jika saya meliriknya kembali, persis seperti seekor keledai dengan wajah dungunya sedang memandangi lukisan Van Goh. Hanya saja bedanya walau sama-sama termenung, mungkin bukan lukisan yang saya pandangi, namun hanya grafiti dari kehidupan masa lalu saya.Lanjutkan membaca “Nostalgia Yang Lama”