Galungan & Kuningan

Jika saya mengingat semua perjalanan terdahulu, entah sudah berapa perayaan yang telah dilewati. Banyak yang dapat diingat saat-saat semua itu kembali dalam sebuah renungan. Saat masih kecil, saya diajak oleh keluarga untuk mendatangi pura-pura saat perayaan, sebagai anak kecil yang belum banyak memahami hal ini, tentu mata dan pikiran ini selalu melirik ke arah yangLanjutkan membaca “Galungan & Kuningan”

Wesak – Kemenangan Terakhir

Tulisan ini oleh Bapak Hudoyo Hupodio=========================== Duduk bersila di bawah sebatang pohon, yang kelak dikenal sebagai Pohon Bodhi, “Pohon Pencerahan” atau “Pohon Kearifan”, di tepi sungai Neranjara, di Gaya (sekarang dikenal sebagai Buddhagaya), mengerahkan usaha terakhir dengan tekad tak tergoyahkan: “Sekalipun tinggal kulit, urat dan tulang, dan darah dan dagingku kering dan lapuk, aku takLanjutkan membaca “Wesak – Kemenangan Terakhir”

Nyepi – Caka 1929

Nyepi – saat semua aktivitas masyarakat Hindu di nusantara terhenti dalam lingkup catur brata penyepian. Mungkin tidak semua, karena tiap orang selalu memiliki hal-hal yang tidak dapat dijindari untuk terjadi. “Amati Karya” ~ dalam hal ini secara gamblang dapat diartikan tidak bekerja. Umat Hindu tidak melaksanakan kegiatan sehari-harinya, sebagaimana biasanya. Untuk saat ini baik petani,Lanjutkan membaca “Nyepi – Caka 1929”

St. Valentine’s day

Bulan Februari sering dinyatakan sebagai saat-saat paling romantis dalam setahun. Karena sebagian masyarakat dunia mengenal St. Valentine’s sebagai saat untuk berbagi dengan pasangan kasihnya.Tentu saja, jika kita membicarakan hal ini akan jauh dari berbagai hal-hal yang dalam sejarah membuktikan bahwa tidak semua hal indah akan terjadi di saat-saat seperti ini. Sementara kita akan menyampingkan lembaranLanjutkan membaca “St. Valentine’s day”

Sivaratri

Malam Shiva, pemujaan agung terhadap Sang Pencipta semesta alam. Malam dalam segala kekelamannya dan seluruh kecerahan cahaya yang tiada kasat mata. Merenung dalam setiap petikan daun “bila”, terjatuh dalam setiap sentuhan di permukaan kolam kenangan. Sang pemburu kehidupan melupakan apa yang menjadi kesukaannya. Merenung dan menemukan ketidaktahuannya, ia mendapatkan kembali kesadaran-Nya. Malam Shiva, peluruhan seluruhLanjutkan membaca “Sivaratri”