Mungkin akan Segera Migrasi ke Mageia

Ubuntu 12.04 LTS tidak begitu memuaskan menurut saya. Sehingga mungkin saya akan mencoba mencari alternatif lain. Saya tidak berkata bahwa Ubuntu baru ini jelek, namun fiturnya terlalu kaya – dan ketika hanya dipaketkan dalam 700 MB data instalasi, maka mungkin saya tidak bisa memilih banyak. Jadi saya sedang melirik beberapa distribusi yang akan nyaman digunakan.Lanjutkan membaca “Mungkin akan Segera Migrasi ke Mageia”

Memasang KDE 4 pada GNOME 3 openSUSE Asparagus

Saya ingin mencoba menggunakan KDE pada openSUSE, apalagi akan segera diluncurkan KDE 4.8 untuk Linux. Banyak orang yang tidak suka memasangkan KDE bersamaan dengan GNOME, dan memasangnya secara terpisah, namun saya terlalu malas untuk membuat dan menyesuaikan partisi tambahan sehingga biasanya saya tumpuk saja. Sayangnya, cara lawas saja tidak berfungsi dengan baik, halaman pemasangan 1-click-installLanjutkan membaca “Memasang KDE 4 pada GNOME 3 openSUSE Asparagus”

Memberi Napas Tipografi pada KDE dengan Oxygen

Desember ini ada kabar gembira bagi pengguna Linux dengan Desktop KDE, karena ada fonta baru dari keluarga sans serif yang sedang dirancang untuk salah satu desktop termanis ini. Oxygen font – demikian sebutannya saat diperkenalkan di New Typhography sekitar seminggu yang lalu. Fonta asli KDE yang lama memang agak “menusuk” mata, setidaknya itu menurut saya,Lanjutkan membaca “Memberi Napas Tipografi pada KDE dengan Oxygen”

Rilis Fedora 16

Bagi para pecinta distribusi Linux Fedora, pastinya sudah tidak sabar lagi untuk mengunduh keluaran terbaru Fedora 16 ini. Rilisnya tepat kemarin (yang meskipun terjadwal tanggal 7 November). Saya bukan pengguna Fedora, jadi tidak bisa mengatakan dengan pasti di mana perubahannya yang baru, tapi tampaknya Fedora kini mendukung lebih banyak pengayaan komputasi awan seperti Aeolus Conductor,Lanjutkan membaca “Rilis Fedora 16”

Bermain dengan Desktop Cube ala Celadon

Fitur desktop cube adalah salah satu cara berpindah antar ruang kerja dengan mudah dan paling “indah” di Linux. Memang tersedia juga produk desktop cube untuk Windows sebagai peranti lunak proprietary seperti produk oleh Think in Bytes, namun lisensinya mencampai ratusan ribu rupiah. Di Linux fitur keren ini bisa didapatkan secara cuma-cuma. Ruang kerja (workspace) diLanjutkan membaca “Bermain dengan Desktop Cube ala Celadon”

Logitech Rumblepad 2 di openSUSE 11.4

Sudah lama saya mengira-ngira dan juga menduga-duga, mengapa Logitech Rumblepad 2 saya tidak berjalan dengan baik pada Linux. Padahal sejak dulu, gamepad satu ini sudah dideteksi dengan baik oleh Linux yang saya gunakan. Yah, memang tidak ada sih permainan video yang bisa banyak digerakkan dengan Rumblepad di Linux, kecuali mungkin TORCS. Namun saya tetap sajaLanjutkan membaca “Logitech Rumblepad 2 di openSUSE 11.4”

Marble – Aplikasi Peta Bumi dan Atlas untuk Pendidikan

Saat duduk di bangku sekolah dasar dulu, saya gemar memerhatikan Atlas tua dan bola dunia berdebu yang ada di perpustakaan tua kami. Bahkan kebiasaan itu mungkin di bawa hingga ke sekolah menengah, mungkin bagi mereka yang menyukai mengamati peta bumi, pastilah memiliki Atlas atau sejenisnya di rumah mereka. Namun bagaimana jika peta ini dibawa keLanjutkan membaca “Marble – Aplikasi Peta Bumi dan Atlas untuk Pendidikan”

Membangun Tumbleweed Melalui Celadon

Saya memasang kembali openSUSE 11.4 Celadon pada komputer, dan secara “resmi” menggantikan Ubuntu 11.04 Natty Narwhal. Permasalahannya adalah, saya ingin mengubah Celadon menjadi Tumbleweed (tentu saja basisnya masih tetap Celadon). Dulu saya pernah mencoba Tumbleweed, dan sekarang ingin mencobanya lagi, namun dengan beberapa konsep yang berbeda. Celadon yang saya pasang terdiri dari seluruh dekstop yangLanjutkan membaca “Membangun Tumbleweed Melalui Celadon”

Rilis PCLinuxOS KDE 2011.6

PCLinuxOS adalah salah satu distro Linux dengan cita rasa KDE yang cukup populer. Selalu masuk dalam 10 besar distribusi Linux secara internasional. Selain itu – konon – mudah digunakan oleh pemula, dan kini mendukung sistem rolling release update, yang tampaknya sudah mengadaptasi beberapa distro besar lainnya. Saat ini tampaknya baru tersedia versi 32-bit, dan versiLanjutkan membaca “Rilis PCLinuxOS KDE 2011.6”

Memasang Kubuntu bersama Ubuntu 11.04

Setelah sukses memasang Fedora 15 namun gagal menikmati Gnome Shell-nya, karena Gnome Shell sebagai Desktop 3D lainnya tidak bisa dijalankan di VirtualBox, maka saya memilih mencoba memasang Kubuntu. Karena Kubuntu hanyalah versi spins-off dari Ubuntu dengan desktop KDE, jadinya saya tidak perlu memasangnya dari awal. Meski saya memiliki DVD instalasinya, namun cukup memasang melalui UbuntuLanjutkan membaca “Memasang Kubuntu bersama Ubuntu 11.04”