Sia-Sia Saja

Alkisah seorang perempuan tua di sebuah desa yang menjual sebidang tanah kecilnya untuk membeli 4 buah gelang emas. Dua gelang di masing-masing tangannya tampak bergemerlapan. Dengan gembira ia berkeliling desa dengan memamerkan gelang-gelang emasnya, ia merasa amat bangga. Namun tak lama berselang, kebanggaannya berganti kekecewaan. Jangankan untuk mengagumi gelangnya, bahkan tidak ada satu pun wargaLanjutkan membaca “Sia-Sia Saja”