Di Pucuk Kesendirian

Ada kesunyian mencakup nan mendekap erat sayap-sayap kecilnya, angin pun enggan menunjuk cakrawala yang telah ia benamkan dalam mimpi-mimpi tak terungkapkan. Aku mendengar rayuan sunyi mengantarkan buluh-buluh kehidupan yang telah menua di antara ranting-rantingnya, sebuah gita yang tertawan oleh canda di balik kemesraan yang sirna. Kini, adakah kesendirian meruam sunyi di antara kelembutan sayap-sayap mungilnya?Lanjutkan membaca “Di Pucuk Kesendirian”