Nang Olog tak Punya yang Sukla

Dalam budaya Bali dikenal kata/istilah sukla, yang berarti sesuatu yang masih murni/baru. Semisal buah yang baru dipetik kemudian digunakan dalam persembahyangan, maka buah itu disebut sukla. Kebalikannya adalah carikan, yaitu sesuatu yang sudah bekas, semisal nasi yang sudah dimakan, sisanya disebut carikan. Pengertian sukla dalam budaya kemudian meluas. Seperti piring sukla, atau bokoran sukla, gelasLanjutkan membaca “Nang Olog tak Punya yang Sukla”

Perdana Menteri Dan Peti Mati

Ketika itu pada sebuah negara seorang perdana menteri baru melantik anggota kerjanya yang berjumlah 20 orang, dalam upacara pelantikan yang seharusnya meriah malah ada banyak peti mati yang terjejer rapi di tengah aula. Peti-peti itu sederhana, hampir tak ada yang istimewa. Namun tentu keberadaannya yang nyleneh itu bikin orang bertanya-tanya. Walau demikian tak seorang punLanjutkan membaca “Perdana Menteri Dan Peti Mati”

Kosong

Pada suatu waktu, terdapatlah seorang anak yang hidup sendiri. Ia tak pernah ingat bagaimana ia bisa tinggal dan hidup di antara kumuhnya kota-kota pinggiran di dekat tanah berpasir di negerinya itu. Ia tak berbeda dengan anak-anak “tak berada” lain yang ada di pertemuan jalan yang sama. Berjuang untuk tetap hidup di antara sudut-sudut pemukiman yangLanjutkan membaca “Kosong”

Harganya Dua Kali Lipat

Dahulu ada seseorang yang memiliki arloji tua, dan kini arloji tersebut telah rusak, ia menimbang-nimbang hendak memperbaikinya. Ia pun berangkat ke kota dan menemukan tukang arloji yang mungkin dapat membantunya. Sesampainya di sana, orang tersebut menyerahkan arlojinya kepada si tukang, sementara mata jeli tukang memperhatikan arloji tersebut dengan seksama. Akhirnya si tukang berkata pada pemilikLanjutkan membaca “Harganya Dua Kali Lipat”