Memahami Penderitaan

Mengapa kita menyelidiki “apakah kebahagian itu”? Apakah ini pendekatan yang tepat? Apakah ini cara guna yang tepat? Kita tidak bahagia. Jika kita bahagia, dunia kita akan sepenuhnya berbeda; peradaban kita, budaya kita akan sepenuhnya, secara radikal berbeda. Kita adalah umat manusia yang tidak bahagia, menyedihkan, kacau, bergulat, menderita, memagari diri kita dengan hal-hal yang takLanjutkan membaca “Memahami Penderitaan”

Kebahagiaan Yang Bukan Kreasi Batin

Kita bisa berpindah dari satu naungan ke yang lainnya, dari satu secara tak kentara ke naungan yang lainnya, dari satu kesenangan ke bentuk yang lainnya; namun di pusat semuanya itu, di sanalah si “aku” – si “aku yang menikmati, yang menginginkan lebih banyak kebahagiaan, si “aku” yang mencari-cari, berharap-harap akan kebahagiaan, si “aku” yang bergulat,Lanjutkan membaca “Kebahagiaan Yang Bukan Kreasi Batin”

Delapan Percakapan ~ Bagian 5

Penanya: Saya menemukan diri saya begitu terikat pada orang-orang dan bergantung pada mereka. Pada hubungan-hubungan saya, ikatan ini berkembang ke bentuk tuntutan-tuntutan yang posesif yang menimbulkan rasa dominasi. Menjadi bergantung, dan menyaksikan ketidaknyamanan dan rasa sakit akan itu, saya mencoba melepaskan. Kemudian saya merasa begitu sendirian, dan tidak mampu menghadapi kesendirian saya melarikan diri darinyaLanjutkan membaca “Delapan Percakapan ~ Bagian 5”

Dapatkah Kebahagiaan Ditemukan Melalui Sesuatu?

Kita mencari kebahagiaan melalui hal-hal, melalui hubungan-hubungan, melalui pemikiran-pemikiran, ide-ide. Sedemikian hingga hal-hal, hubungan-hubungan, dan ide-ide menjadi segalanya yang penting dan bukannya kebahagiaan. Ketika kita mencari kebahagiaan melalui sesuatu, lalu sesuatu itu menjadi memiliki nilai yang lebih besar dari pada kebahagiaan itu sendiri. ketika dinyatakan dengan cara ini, permasalahan terdengar sederhana dan ia memang sederhana.Lanjutkan membaca “Dapatkah Kebahagiaan Ditemukan Melalui Sesuatu?”

Hal Yang Anda Perangi itulah Anda Jadinya

Pastinya hal yang Anda perangi itulah Anda jadinya. …Jika saya marah dan Anda bertemu saya dengan amarah, apakah yang terjadi? Lebih banyak amarah. Anda telah menjadi seperti saya. Jika saya jahat dan Anda memerangi saya (yang) dengan kejahatan maka Anda kemudian menjadi jahat, bagaimana pun benarnya yang Anda rasakan. Jika saya brutal dan Anda menggunakanLanjutkan membaca “Hal Yang Anda Perangi itulah Anda Jadinya”

Menghancurkan Kebencian

Kita menyaksikan dunia penuh kebencian memasuki masa panennya saat ini. Dunia kebencian ini telah diciptakan oleh orang tua kita, buyut mereka dan oleh kita sendiri. itulah, ketidakpedulian yang terbentang tak terhinggai ke masa lalu. Itu tak terwujud dengan sendirinya. Itu merupakan hasil dari ketidakpedulian manusia, bukankah itu sebuah proses sejarah? Kita adalah individu-individu yang telahLanjutkan membaca “Menghancurkan Kebencian”

Faktanya Kitalah Kekerasan

Kita semua melihat pentingnya akhir dari kekerasan. Dan bagaimanakah saya, sebagai suatu individual, agar bebas dari kekerasan – tidak sebatas permukaan saja, namun secara totalitas, sepenuhnya, di dalam diri? Jika idealisme tanpa kekerasan tidak akan membebaskan batin dari kekerasan, lalu akankah analisis mengenai penyebab kekerasan membantu meluruhkan kekerasan? Bagaimana pun juga, inilah masalah-masalah utama kitaLanjutkan membaca “Faktanya Kitalah Kekerasan”

Penyebab Utama Kekerasan

Penyebab utama kekerasan, saya rasa, adalah karena tiap orang dari kita di dalam diri, secara psikologis, mencari keamanan. Di dalam masing-masing dari kita ada kemendesakan akan keamanan psikologis – rasa di dalam diri akan adanya keamanan – memproyeksikan sang tuntutan, tuntutan ke dunia luar, bagi keamanan. Ke dalam pada masing-masing dari kita ingin menjadi aman,Lanjutkan membaca “Penyebab Utama Kekerasan”

Sadari Anda Kekerasan

Hewan berkekerasan. Manusia yang merupakan hasil dari hewaniah, juga berkekerasan; adalah bagian dari kehadiran mereka ‘tuk menjadi kekerasan, kemarahan, cemburu, iri, memburu kekuasaan, posisi, gengsi dan lain sebagainya, untuk menguasai, menjadi agresif. Manusia adalah kekerasan – ini diperlihatkan dengan ribuan peperangan – dan ia mengembangkan suatu ideologi yang ia sebut tanpa kekerasan… Dan ketika adaLanjutkan membaca “Sadari Anda Kekerasan”

Apakah Mungkin Mengakhiri Kekerasan?

Ketika Anda berbicara tentang kekerasan, apa yang Anda maksud dengan itu? Ini sebuah pertanyaan yang cukup menarik, jika Anda menyelam ke dalamnya, untuk menyibak apakah seorang manusia, hidup di dunia ini, dapat berhenti sepenuhnya dalam kekerasan. Masyarakat, komunitas-komunitas religius, telah mencoba untuk tidak membunuh binatang. Beberapa bahkan telah berkata, “Jika Anda tidak ingin membunuh binatang,Lanjutkan membaca “Apakah Mungkin Mengakhiri Kekerasan?”