Si Pemanah dan Si Kera Kecil

Pada suatu ketika, Arjuna – putra ketiga Kunti – pergi mengunjungi Rameshvaram, tempat di mana dulu Sri Rama dan balatentara Kiskenda membangun jembatan raksasa yang menghubungkan antara India dan Lanka. Arjuna melihat kini jembatan itu hanya tinggal puing-puing belaka. Ia pun menghela napas panjang dan menatap salah satu kera kecil yang melintas, “Apakah Rama tidakLanjutkan membaca “Si Pemanah dan Si Kera Kecil”

Pilihan Dharmaraja

Suatu ketika Yaksha (mahluk setengah dewa) mencegat dan menghentikan Pandawa bersaudara ketika hendak minum air dari sebuah danau. Satu per satu para Pandava yang datang bergiliran mendapatkan pertanyaan dari Yaksha, dan karena tidak mampu menjawab dengan tepat, maka satu per satu mereka mati. Datanglah Dharmaraja yang paling sulung di antara kelima Pandawa terakhir kali. DanLanjutkan membaca “Pilihan Dharmaraja”

Berkah untuk Bukit Gowardhana

Yang menyukai kisah Mahabharata dan Krishna di masa kecilnya pasti mengenal Bukit Gowardhana. Sebuah bukit yang terletak di dekat kota Vrindavan di India – terutama oleh golongan Waisnawa. Ada kisah yang unik di balik bukit tersebut dan dimulai pada Ithiasa sebelumnya, yaitu Ramayana. Saat itu Rama, Laksamana, dan balatentara Kiskenda hendak membuat jembatan guna menyeberangLanjutkan membaca “Berkah untuk Bukit Gowardhana”

Karna – Pemberi Yang Agung

Kembali dalam kisah-kisah kecil yang terselip dalam Mahabharata, Anda tentu mengenal tokoh Karna yang merupakan anak tertua dalam Pandawa dan putra Surya. Dan ini adalah kisah kecil dalam perjalanan hidup Karna. Suatu hari, Karna sedang mengoleskan minyak di kepalanya sebelum mandi, minyak itu berwadah mangkuk indah yang dihiasi berbagai jenis permata – karena ia adalahLanjutkan membaca “Karna – Pemberi Yang Agung”

Alasan Yang Tak Selalu Harus Dikatakan

Siapa yang tidak kenal Arjuna salah satu dari kelima Pandawa. Tokoh dalam kisah Mahabharata ini sangat sering kali lebih menonjol dibanding saudara-saudaranya yang lain. Mungkin ia memiliki lebih banyak ego dibandingkan saudara-saudaranya. Namun tidak salah karena ia termasuk panglima paling tangguh dalam perang keluarga Bharata. Peralatan tempurnya merupakah anugerah dari Agni sang penguasa api, baikLanjutkan membaca “Alasan Yang Tak Selalu Harus Dikatakan”

Taneshah Bharata oleh Tenali Ramakrishna

Suatu ketika Raja Taneshah dari Delhi meminta kehadiran 8 orang pujangga termasyhur dari wilayah Vijayanagar di istananya. Beliau meminta agar kedelapan pujangga dan penyair ini menguraikan secara terperinci apa saja keistimewaan yang terdapat dalam kisah Mahabarata. Maka diuraikan satu per satu keindahan dalam kisah Mahabarata oleh para penyair ini pada Taneshah. Tampaknya Taneshah begitu tertarikLanjutkan membaca “Taneshah Bharata oleh Tenali Ramakrishna”

Harta Yang Terindah

Dikisahkanlah, bahwa selama perang dahsyat di Kurukshetra yang berlangsung selama delapan belas hari, Vyasa yang malang – perasaannya begitu terkoyak oleh sesal yang sedemikian hebatnya, karena dua keluarga yang berperang adalah garis keturunannya. Ia tidak tahan melihat pembantaian yang besar-besaran ini, ia pun meninggalkan lokasi perang saudara ini. Suatu hari dalam rasa sesal dan sedihLanjutkan membaca “Harta Yang Terindah”