Pedoman Praktik Kedokteran yang Baik

Ini bukan tentang panduan praktik klinis bagi seorang dokter yang memuat bagaimana dia mendiagnosis dan memberikan terapi pada pasiennya, atau kapan dia harus merujuk. Namun pada praktik kedokteran yang baik, seorang dokter diajak untuk melihat bagaimana dia “seharusnya” atau “selayaknya” bersikap dengan pasien, kolega dan pihak lainnya dalam situasi dan kondisi tertentu. Misalnya bagaimana seorangLanjutkan membaca “Pedoman Praktik Kedokteran yang Baik”

Menyampaikan Kabar Buruk Kepada Pasien

Salah satu tantangan dokter dalam berkomunikasi dengan pasien adalah saat menyampaikan kabar buruk, ini bisa menjadi dialog yang paling ingin dihindari oleh seorang dokter. Kabar buruk tidak hanya bisa membuat pasien putus asa, namun juga menutup potensi hasil yang masih bisa diharapkan bagi pasien, jika tidak disampaikan secara baik.

Komunikasi Berpusat pada Pasien

Dulu memang dokter selalu berkomunikasi menggunakan sudut pandang dirinya dan keilmuannya, dan pasien cukup menerima saja dan mengikuti apa yang dikatakan oleh dokter. Walau praktik seperti ini masih bisa ditemukan hingga hari ini, namun dunia kedokteran modern sudah tidak mengikuti apalagi merekomendasikannya. Karena hubungan dokter dan pasien telah menjadi mitra yang sejajar.

Panduan Penandaan Area Operasi Bedah

Salah satu titik berat dalam menerapkan sasaran keselamatan pasien di rumah sakit adalah melakukan penandaan area operasi (surgery site marking) – dan ini dilakukan sesuai dengan kebijakan masing-masing rumah sakit tentunya. Pada prinsipnya, site marking bertujuan untuk memberi tanda pada pasien yang akan menjalani pembedahan/operasi, umumnya menggunakan tinta permanen yang aman untuk kulit, yang akanLanjutkan membaca “Panduan Penandaan Area Operasi Bedah”

Panduan Pengkajian Risiko Jatuh Pasien

Jatuh adalah masalah yang umum, terutama pada manula – mereka yang sudah lanjut usia pada kisaran 65 tahun atau lebih. Rumah sakit acap menerima anggota masyarakat yang sudah sepuh ini sebagai pasien di tempat mereka, baik mereka yang datang hanya sekadar berkonsultasi masalah kesehatan, atau datang melalui layanan gawat darurat, hingga mereka yang menjalani rawatLanjutkan membaca “Panduan Pengkajian Risiko Jatuh Pasien”

Panduan Identifikasi Pasien

Rumah sakit dan pasien adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Rumah sakit yang sukses, secara kasarnya bisa dibilang jika selalu ramai dengan kunjungan para pasien, walau tidak selalu bermakna demikian. Oleh karena jumlah pasien yang jamak ini, maka tenaga kesehatan juga dituntut memberikan pelayanan yang baik, dan mengutamakan keselamatan pasien, salah satunya melalui identifikasiLanjutkan membaca “Panduan Identifikasi Pasien”

Pedoman Kontrol Kanker Leher Rahim Terpadu

WHO baru saja merilis Panduan Praktik Esensial: Pedoman Kontrol Kanker Leher Rahim Terpadu (Comprehensive cervical cancer control). Pedoman edisi kedua ini yang diterbitkan akhir tahun 2014 ini menggantikan pedoman lawas edisi tahun 2006. Panduan ini memuat tentang pencegahan & kontrol kanker serviks (leher rahim) sesuai dengan ilmu kedokteran terkini.

Menyusun Dokumen Panduan di Rumah Sakit

Apakah Anda pernah menyusun sebuah dokumen panduan/pedoman di rumah sakit? Maka Anda pasti tahu betapa peliknya unsur-unsur yang harus dipersiapkan dalam menyusun sebuah dokumen panduan, belum lagi panduan itu harus lahir ke dalam bentuk yang sederhana sehingga bisa dipahami dengan mudah oleh staf rumah sakit serta pasien atau pengunjung. Kegiatan ini memerlukan keahlian tersendiri, yangLanjutkan membaca “Menyusun Dokumen Panduan di Rumah Sakit”

Daftar Obat Kewaspadaan Tinggi

Dikenal juga sebagai High Allert Medications, merupakan kelompok obat yang jika keliru digunakan, maka memberikan risiko tinggi mencederai pasien secara bermakna. Oleh karena itu setiap rumah sakit biasanya sudah diwajibkan memiliki daftar obat yang dikategorikan sebagai obat-obat high allert ini.

Diagram Alur Pelayanan IGD

Unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki alur pelayanan tersendiri. Tergantung dari tipe rumah sakitnya, kompleksitas alur pelayanan IGD dapat beragam. Namun secara prinsip, desain alur pelayanan IGD memiliki dasar yang sama, yang dikenal dengan nama triase (triage).