Bernostalgia Dengan Rembulan Raksasa

Yogyakarta semenjak kemarin sore diguyur hujan lebat dengan puluhan rangkaian petir di langit, semuanya gelap, dan saya merebahkan diri di dalam kamar yang gelap. Saya merasa ide saya untuk melihat bulan malam ini akan sia-sia. Entah berapa lama sore itu saya terlelap, dan terbangun cukup malam karena lambung saya mulai merintih. Seperti hewan nokturnal yangLanjutkan membaca “Bernostalgia Dengan Rembulan Raksasa”

Petang dan Rembulan

Aku ada dalam sebuah suasana yang tak terkata, menawan hati dalam temaram membuai hingga ke dalam sanubari. Petang ini menampakkan langit nan galang dan gulungan awan yang seputih siannya walau berbalut dalam kelam yang malu-malu. Pucuk dan batang pepohonan telah menggelap, namun entah mengapa deru ringan bersayupan di dalam hatiku seakan memanggil kembali apa yangLanjutkan membaca “Petang dan Rembulan”