Secangkir Cokelat Hangat

Kadang jika siang cukup kelabu dengan mega-mega suram yang menggantung dan bergelayut pada ketidakpastian berlalunya waktu, saya senang menyeduh segelas cokelat hangat. Jika hanya berteman dengan alunan Die Winterreise (op. 89 D 911: Die Post) dan setumpuk buku teks yang menyesakkan mata, kadang terasa ada sesuatu yang hambar, ada sesuatu yang kurang untuk hadir. DanLanjutkan membaca “Secangkir Cokelat Hangat”