Bagaimana Dapat Kukelabui Dia?

Pikiran berkata, “Akan kukelabui dia dengan kata-kata“. Cinta berkata, “Diamlah! Aku tipu dia dengan hati dan jiwa.” Jiwa berkata kepada hati, “Pergilah! Jangan buat aku tertawa. Segala sesuatu miliknya. Jadi bagaimana aku bisa menipunya dengan apa saja?” “Ia bukan seseorang yang terjatuh ke dalam pikiran dan berharap dapat melupakan dirinya, karenanya aku akan mengalihkan perhatiannyaLanjutkan membaca “Bagaimana Dapat Kukelabui Dia?”

Menyandi Hati Menyirat Sari

Dulu, pernah kubisikkan padamu, sederetan desah nirlanggam dari kalbuku – sebagaimana jua mereka telah terwariskan padaku oleh para pengelana yang telah lama menyusur cakrawala kata adimakna. Saya lupa kapan diskusi itu berlangsung, karena saya jarang sekali kembali menulis hal yang sama saat ini. Karena puisi itu menyandikan isi hati dan hanya mengungkapkan sedikit sarinya, makaLanjutkan membaca “Menyandi Hati Menyirat Sari”