A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Dalam kesadaran diri tidak diperlukan pengakuan, oleh karena kesadaran diri menciptakan cerminan di mana segala sesuatunya terpantulkan tanpa cacat. Tiap pikiran – perasaan dilemparkan, sebagai mana adanya, pada layar kesadaran untuk diamati, dipelajari dan dipahami; namun aliran ini terhalangi ketika ada penolakan atau penerimaan, penilaian atau pengenalan. Semakin layar diamati dan dipahami – bukan sebagai kewajiban atau laku yang dipaksakan, namun karena duka dan penderitaan telah menciptakan kuncup awal yang membawa serta disiplinnya sendiri – intensitas kesadaran yang lebih besar, dan belokan ini membawa pemahaman yang meluas.

… Anda dapat mengikuti sesuatu jika itu bergerak perlahan; sebuah mesin yang bergerak cepat harus diperlambat jika orang mempelajari gerak geriknya. Mirip, perasaan – pikiran dapat dipelajari dan dipahami hanya jika batin mampu melambat; namun sekali ia telah membangkitkan kapasitas ini, ia dapat bergerak dengan kelajuan yang tinggi, yang membuatnya luar biasa tenang. Ketika berputar dalam kecepatan tinggi beberapa pisau kipas tampak sebagai lapisan kipas besi yang padat. Kesulitan kita adalah membuat batin berputar perlahan sedemikian hingga tiap perasaan – pikiran dapat diikuti dan dipahami. Apa yang dipahami secara mendalam dan keseluruhan tidak akan mengulangi dirinya sendiri.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar