Berkendara, Pakai Aplikasi Navigasi Apa?

Yang kemarin mudik, baik pakai roda dua maupun empat, kalian pakai aplikasi navigasi apa?

Ho ho…, mungkin kebanyakan akan menjawab Google Maps, karena merupakan aplikasi paling populer yang sering kita dengar dan kita gunakan di ponsel pintar.

Google Maps memang bisa untuk navigasi dengan bantuan peta dan GPS. Tapi saya sendiri kurang suka pakai Google Maps untuk navigasi. Saya memang menggunakan Google Maps untuk mencari informasi di peta, seperti Google untuk mencari informasi di web; tapi tidak untuk navigasi.

Ada yang menyarankan Google Maps Go, tapi saya sendiri tidak melihat banyak bedanya.

Google Maps menurut saya terlalu kompleks untuk melakukan navigasi. Saya hanya perlu dari titik A ke B, oke, selesai.

Aplikasi navigasi favorit saya sampai saat ini masih tetap Waze. Saya menggunakannya sejak era Symbian di ponsel Nokia.

Lanjutkan membaca “Berkendara, Pakai Aplikasi Navigasi Apa?”

Manajemen Keselamatan Pasien di Puskesmas

Sebelum saya menulis lebih jauh, ini bukanlah pedoman bagaimana mengelola keselamatan pasien di Puskesmas. Tapi sedikit, saya akan berbagi mengenai awal mencoba mengelola tim keselamatan pasien di puskesmas. Tulisan ini akan menjadi lebih banyak narasi dibandingkan hal-hal teknis, namun mungkin Anda akan menemukan sesuatu yang bermanfaat di dalamnya.

Awal tahun ini, kepala puskesmas memanggil saya dan menyampaikan bahwa saya tidak lagi ditugaskan sebagai PJ (penanggung jawab) program PPI (pencegahan dan pengendalian infeksi), namun ditugaskan sebagai PJ Keselamatan Pasien dan memimpin tim keselamatan pasien yang baru dibentuk.

Lanjutkan membaca “Manajemen Keselamatan Pasien di Puskesmas”

Linux Mini PC

Kemarin mini PC merk Beelink seri U59 mogok. Sudah ditingkatkan ke Windows 11, tapi entah kenapa malam sebelumnya bisa digunakan secara lancar, besoknya sudah tidak bisa lagi.

Permasalahan klasik ada di freeze boot, tetap mentok di tampilan logo Beelink. Yang bisa diakses hanya setelan BIOS dan pilihan boot sesaat setelah booting sebelum macet total. Setelah menghubungi produsen dan diberikan citra Windows 11 baru, tetap saja tidak menyelesaikan masalah.

Windows 11 mungkin adalah satu sistem operasi yang penuh masalah, dan membuat saya malas menyelesaikannya. “Akhirnya kejadian juga,” Setidaknya demikian batin saya.

Lanjutkan membaca “Linux Mini PC”

Beelink U59 dan Windows 11

Beberapa hari yang lalu, setelah ditanyakan oleh satu satu teman apakah ada laptop yang akan saya lepas untuk dia beli bagi keponakan yang akan masuk SMA, maka saya memberikan laptop HP x360 covertible yang terpasang sistem operasi openSUSE. Dan hasil penjualannya saya belikan sebuah mini PC.

Sebenarnya dana itu jika dibelikan laptop baru juga sudah tidak mencukupi, paling dapatnya Chromebook kelas bawah, yang dipakai enggan dibuang sayang. Anggaran itu tidak bisa untuk membeli PC jenis workstation, sehingga ujung-ujungnya hanya bisa untuk mini PC.

Sebenarnya mau ambil mini PC bekas dari merk ternama seperti HP, Lenovo, bahkan mungkin Asus juga. Sayang, harganya mereka masih di luar pendanaan, sampai akhirnya saya ketemu dengan sejumlah produk dari pabrikan Tiongkok merk Beelink.

Ulasannya tidak terlalu bagus, maksud saya tidak hanya satu yang mengatakan bahwa produknya tidak tahan lama. Tapi ada juga yang bilang bagus, walau mungkin baru menggunakan sesaat.

Lanjutkan membaca “Beelink U59 dan Windows 11”

Zorin OS 16

Zorin OS 16 merupakan rilis terbaru Zorin yang termasuk bagi saya merupakan salah satu alternatif terbaik ketika beralih dari Windows ke distribusi Linux. Perubahan sendiri tidak begitu banyak dari edisi sebelumnya, sehingga menjadikan Zorin OS ramah bagi pengguna lama maupun baru.

Berbasis Ubuntu (DEB) dengan antarmuka yang diturunkan dari Gnome, membuat Zorin OS tampil bersih dan nyaman. Bahkan Pop!_OS yang populer pun tidak memiliki tampilan senyaman Zorin OS. Satu-satunya yang lebih bagus dari Zorin OS menurut saya pribadi adalah Elementary OS, yang sayangnya bersifat terlalu eksklusif.

Lanjutkan membaca “Zorin OS 16”

Windows 11, Laptop Baru?

Sudah lama tidak menyentuh blog ini, tapi iseng lagi ingin menulis karena kemarin lusa sudah rilis Windows 11 sebagai penerus Windows 10 (tentu saja penerus, bukan pengganti).

Ada tradisi yang hilang di Windows 11, tentu saja bukan sekadar ikon bilah kerja yang nongkrong di tengah dan bukannya di sisi kiri sebagaimana seluruh Windows sebelumnya, tapi juga dukungan pada perangkat lama. Windows 11 tidak lagi mendukung PC/Laptop lama, kira-kira keluaran 3-4 tahun ke belakang, hal ini tidak lazim pada rilis Windows baru.

Lanjutkan membaca “Windows 11, Laptop Baru?”

Siapa yang perlu pemeriksaan swab untuk COVID-19?

Penentuan diagnosis COVID-19 saat ini paling banyak menggunakan pemeriksaan antigen dan tes amplifikasi asam nukleat (NAAT), melalui pengambilan sampel di nasofaring dan/atau orofaring melalui usapan (swab). Tapi siapa yang sebenarnya memerlukan pemeriksaan ini?

Pertama-tama perlu diketahui, bahwa pemeriksaan dan penegakan diagnosis selama pandemi sangat penting untuk memetakan perkembangan pandemi. Bagi pemerintah di hulu, ini bermanfaat untuk menentukan arah kebijakan. Bagi tenaga kesehatan di hilir, ini bermanfaat untuk menerapkan rekomendasi pengendalian kasus dan pengobatan yang efektif sedini mungkin.

Lanjutkan membaca “Siapa yang perlu pemeriksaan swab untuk COVID-19?”

Fenice untuk Twitter

Beberapa bulan terakhir, saya mengalami masalah dengan aplikasi resmi Twitter untuk Windows dari Microsoft Store. Saya selalu memerlukan masuk ulang (re-login) jika hendak mengakses Twitter, dan ini agak menjengkelkan – karena harus membuka ponsel dan mencari aplikasi otentikasi yang saya gunakan untuk kunci berlapis perlindungan akun Twitter.

Ada banyak aplikasi dari pengembang lain di Microsoft Store, namun saya pernah mencoba beberapa dan hasilnya agak kurang memuaskan. Tentu saja bisa membuat aplikasi Twitter dengan mudah melalui aplikasi Microsoft Edge, tapi harus rajin buat ulang aplikasi untuk website resmi, atau bisa menggunakan alternatif add-on Better TweetDeck juga sepertinya menarik.

Kemudian saya mencoba Fenice for Twitter, dan tampaknya sangat mudah untuk mengelola sejumlah akun sekaligus.

Lanjutkan membaca “Fenice untuk Twitter”

Aplikasi Google Meet untuk Windows

Google memiliki aplikasi rapat (meeting) yang enak, kini Hangout berubah menjadi Google Meet yang sangat mudah dan nyaman digunakan. Bisa melalui aplikasi Gmail di ponsel maupun dengan peramban di komputer.

Sayangnya, Google Meet tidak memiliki aplikasi asli pada sistem operasi Microsoft Windows (dan mungkin juga pada distribusi Linux). Hal ini karena Google bersikeras bahwa aplikasi melalui peramban sudah cukup membuat semua fitur yang diperlukan pengguna telah dapat diakses dengan optimal.

Lanjutkan membaca “Aplikasi Google Meet untuk Windows”

Panduan Isolasi Mandiri pada Anak

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan buku saku untuk pedoman isolasi mandiri pada anak terkait situasi pandemi COVID-19 yang tengah terjadi saat ini.

Buku ini akan menjawab,

  1. Apa saja syarat isolasi mandiri pada anak?
  2. Apa saja gejala COVID-19 pada anak, dan apa tanda bahaya yang harus diwaspadai?
  3. Bagaimana asuhan bayi yang lahir dari ibu dengan COVID-19?
  4. Apa saja alat bantu yang diperlukan di rumah?
  5. Apa obat yang perlu disiapkan di rumah?
  6. Bagaimana protokol isolasi mandirinya?
Lanjutkan membaca “Panduan Isolasi Mandiri pada Anak”