A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apa yang terjadi ketika Anda memberikan perhatian penuh pada hal yang kita sebut kekerasan ini? – kekerasan tidak hanya apa yang memisahkan umat manusia, melalui kepercayaan, pengondisian, dan lain sebagainya, namun juga apa yang hadir ketika kita mencari keamanan pribadi, atau keamanan individual melalui sebentuk pola masyarakat. Dapatkah Anda memandang kekerasan ini dengan perhatian penuh? Dan ketika Anda melihat kekerasan dengan perhatian penuh, apa yang terjadi? Ketika Anda memberikan perhatian penuh pada sesuatu – Anda sedang belajar sejarah atau matematika, memperhatikan istri atau suami anda – apa yang terjadi? Saya tak tahu apakah Anda telah memasukinya – mungkin kebanyakan dari kita tidak pernah memberikan perhatian penuh terhadap sesuatu – namun ketika Anda melakukannya, apa yang terjadi? ***, apakah itu perhatian? Tentunya ketika Anda memberikan perhatian penuh terdapat kepedulian, dan Anda tidak dapat peduli jika Anda tidak memiliki kasih, atau cinta. Dan ketika Anda memberikan perhatian di mana ada cinta di dalamnya, adakah di situ kekerasan? Apakah Anda mengikuti? Biasanya saya telah menyangkal kekerasan, saya telah lari darinya, saya telah menghakiminya, dan telah berkata bahwa itu alami. Segala ini adalah ketidakpedulian. Namun ketika saya memberikan perhatian pada apa yang saya sebut kekerasan – dan di dalam perhatian itu ada kepedulian, kasih, cinta – di manakah di situ ada ruang bagi kekerasan?

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar