A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Penderitaan adalah hasil dari sebuah kejutan, ia secara sementara menggoncang sebuah batin yang telah diam menetap, yang telah menerima kehidupan dengan rutinitasnya. Sesuatu terjadi – kematian, kehilangan pekerjaan, mempertanyakan sebuah kepercayaan yang dimuliakan – dan batin menjadi terganggu. Namun apa yang dilakukan oleh sebuah batin yang terganggu? Ia menemukan sebuah jalan agar tidak terganggu lagi; ia mengungsi ke kepercayaan lainnya, pada sebuah pekerjaan yang lebih aman, pada hubungan yang baru. Sekali lagi gelombang kehidupan datang menghantam dan meluluhlantahkan tempat berlindungnya, namun batin segera menemukan pertahanan lebih jauh; dan demikianlah seterusnya. Ini bukanlah jalan kecerdasaan, bukankah demikian?

Tiada bentuk paksaan di dalam maupun di luar yang akan membantu, bukankah demikian? Segala paksaan, bagaimana pun halusnya, adalah hasil dari ketidakacuhan; ia lahir dari hasrat akan hadiah dan ketakutan akan hukuman. Guna memahami seluruh kealamian perangkap adalah menjadi bebas darinya; tiada pribadi, sistem, kepercayaan dapat membebaskan Anda. Kebenaran akan hal ini adalah satu-satunya faktor pembebas – namun Anda harus melihatnya sendiri, dan bukan semata-mata mengejar-ngejar. Anda harus melakukan pelayaran di sebuah samudera yang tak terpetakan.

Buku Kehidupan VII.22

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar