A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Dikatakan tidak ada seorang pun yang tidak mencintai dirinya sendiri, tidak mempercayai dirinya sendiri dan tidak memiliki ambisi untuk meningkat lebih tinggi. Bahkan orang yang tidak mempercayai Tuhan pun, percaya pada diri sendiri, dan ingin memiliki kekuatan untuk memupuk kepercayaan pada diri sendiri.

Suatu ketika ada seorang guru yang mengajarkan kebijaksanaan pada orang-orang yang datang untuk darsan-nya dengan membawa bunga dan buah-buahan. Suatu hari, karena persembahannya banyak, ia memanggil seorang muridnya agar memotong buah-buahan tersebut dan mengaturnya sedemikian rupa agar dibagikan sebagai prasad. Setelah semuanya siap, murid tersebut datang kepada gurunya dan menyampaikan bahwa semuanya sudah siap serta bertanya pada sang guru, siapakah yang akan diberi kesempatan untuk mengambil pertama kali?

Gurunya memintanya agar kepada orang yang paling dipercayainya. Semua orang yang berkumpul di sana saat itu mengira bahwa si murid akan pertama kali memberikan prasad pada sang guru baru kemudian membagi-bagikannya pada yang lain. Namun sang murid ternyata tidak melakukan demikian. Buah pertama diambilnya untuk diri sendiri.

Ketika yang hadir terheran dan memintanya menjelaskan mengapa demikian, ia menjelaskan bahwa itu karena ia paling percaya dan mencintainya dirinya sendiri, maka ia mengambil buah yang pertama.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar