A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sudah diketahui dengan umum bahwa siang hari di Jogja memiliki panas yang bukan main di saat musim panas, walau kadang ada turun hujan sesekali atau dua kali, tapi rasa satu hari tanpa hujan sungguh menakjubkan.

Banyak anak-anak kost akan memilih tempat teduh di bawah atap kamar mereka jika mereka tidak ada acara pergi ke mana pun, menghindari panas di siang hari dengan kipas angin yang setia menghembuskan angin ke penjuru kamar. Ini mengingatkanku pada animasi di manga-manga Jepang dalam latar musim panas. Jadi kurasa di mana pun saat musim panas tiba, manusia melakukan adaptasi yang serupa.

Jogja tidak memiliki kebun raya yang sejuk untuk melepas rasa penat saat musim panas. Kolam renang publik walau ada, sering kali penuh di saat-saat panas begini. Beberapa orang yang berduit lebih mungkin akan memilih nongkrong di tempat-tempat ber-AC seperti mal atau resto ataupun teater.

Hanya saja, langit Jogja di musim panas sangat biru jernih. Mungkin ini adalah pemandangan indah tersendiri, apalagi sembari mengunjungi pantai-pantai indah seperti Pantai Ngobaran (Thanks Ana), pasti akan lebih menyenangkan.

Terkirim dari telepon Nokia E71.
Cahya Legawa
http://www.legawa.com

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar