Modem Huawei E220 hasil bundling dengan IM2 ini seringkali unplug sendiri dari sistem, dan hasilnya koneksi Internet-pun terputus. Sungguh tidak nyaman kan jadinya. Seingat saya dulu membeli Modem Huawei E220 yang pabrikan (mungkin diberi logo Vodafone) tidaklah seperti ini, tapi cukup bandel dengan koneksi yang stabil. Saya sungguh dibuat penasaran, mengapa modem yang serupa bisa jadi punya performa yang sangat berbeda.
Setelah membaca beberapa keterangan yang saling tumpah tindih di Internet, saya memutuskan untuk merombak firmware yang ada di dalam modem ini – meski taruhannya adalah kerusakan modem sehingga tidak bisa digunakan lagi.
Percobaan ini dimulai dengan mengunduh beberapa firmware secara random/acak dari pelbagai lokasi, termasuk situs resmi Huawei. Beberapa kali gagal, bahkan modem sempat tidak dikenali oleh software client. Akhirnya saya menemukan sebuah kombinasi yang pas.
Pembaruan untuk Huawei E220 terdiri dari dua jenis, yaitu dashboard & firmware. Kedua ini dipasang dengan force download ke dalam data card atau modem itu sendiri. Konfigurasi yang saya gunakan adalah:
- Firmware: E220 Update 11.117.09.04.00.B268 (bisa ditemukan via mesin telusur);
- Dashboard: HOST 20.11.06.02.00.03 atau 11.107.05.00.03.B266 (bisa ditemukan via mesin telusur);
Nah mesti diingat bahwa tidak ada program lain yang berjalan saat pengubahan firmware ini, termasuk software & driver modem itu sendiri. Lebih amannya, lepaskan kartu SIM dari modem. Firmware dipasangkan/ditanamkan lebih awal, baru kemudian dashboard ke dalam modem hanya setelah pemasangan sebelumnya selesai.
Setelah keduanya ditanamkan ke dalam modem, buanglah software/driver modem yang lama (uninstall) dari komputer (Windows). Lepaskan/putuskan sambungan modem dari komputer. Untuk kelengkapan, registry Windows dapat dibersihkan – baik secara manual, ataupun dengan peranti lunak seperti CCleaner.
Mulai ulang Windows, siapkan modem lengkap dengan kartu SIM di dalamnya. Ketika Windows sudah siap, sambungan modem dengan komputer. Lalu lakukan instalasi driver, ini akan memasang driver dan GUI yang baru dari Huawei (akan berbeda dari GUI yang diperuntukkan untuk Indosat sebelumnya). Ketika selesai lakukan penyetelan secara wajar. Dan modem siap digunakan.
Gambar di atas menunjukkan antarmuka grafis antara peranti yang ditanamkan Indosat, dan yang standar dari Huawei. Yang di atas adalah yang saya hilangkan, dan yang di bawah adalah yang saya tanamkan.
Biasanya koneksi tidak akan bertahan lebih lama dari 10 menit, dan dengan peranti lunak baru yang ditanamkan. Koneksi menjadi lebih stabil. Tapi sebaiknya saya sarankan untuk berdoa juga, karena kalau melihat percobaan lain di Internet, tidak semuanya berhasil dengan baik.

Tinggalkan komentar