A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jalanan masih cukup gelap, langkah kaki pelan di bawah taburan bintang yang masih cukup segar dan cemerlang. Rayapan dingin pagi rasanya tak begitu kental, aku tahu cuaca banyak berubah belakangan ini.

Keluar ke jalanan, hanya kegelapan yang menyelimuti. Tapi sesungguhnya hari sudah cukup pagi. Karena aktivitas warga pastinya sudah dimulai jauh-jauh dari jam ini.

Ada anak remaja yang sedang asyik berdiri memotong mentimun. Mungkin karena sebentar lagi, ibunya akan mulai berdagang beberapa jenis menu makanan di pinggir jalan tersebut.

Langkahku terhenti sejenak, ini adalah sebuah persimpangan yang gulita. Ke manakah selanjutannya?

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. […] This post was mentioned on Twitter by yustha tt, Cahya Legawa. Cahya Legawa said: Persimpangan Yang Membingungkan: http://wp.me/pvwhI-ai […]

    Suka

Tinggalkan komentar