Akhirnya, saya memasang juga Libre Office 3.3 pada Windows Vista setelah sekian lama bertahan dengan Open Office Org. Saat nyaris semua distro besar Linux beralih ke Libre Office, saya pun sudah menggunakannya pada openSUSE 11.4. Dan kini untuk menyelaraskannya di Microsoft Windows, saya pun juga beralih ke Libre Office.
Tentu saja alasan kestabilan versi dan juga dukungan komunitas menjadikan saya memilih Libre Office untuk kepentingan membuat dokumen atau tayangan salinda. Anda bisa mendapatkan pelbagai versi Libre Office melalui halaman unduhannya: Libre Office – Download. Di sana terdapat versi untuk semua bahasa, termasuk untuk bahasa Indonesia.

Ukuran berkas instalasinya tidak terlalu besar, sekitar 250 MB, saya memerlukan waktu sekitar 20 hingga 30 menit untuk mengunduhnya sampai tuntas. Ada juga berkas “help” versi bahasa Indonesia yang merupakan berkas tambahan sebesar 8 MB.
Untuk Windows secara umum, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat memasang & menggunakan Libre Office 3.3:
- Microsoft Windows 2000 (Service Pack 4 or higher), XP, Vista, or Windows 7;
- Pentium-compatible PC (Pentium III, Athlon or more-recent system recommended);
- 256 Mb RAM (512 Mb RAM recommended);
- Up to 1.5 Gb available hard disk space;
- 1024×768 resolution (higher resolution recommended), with at least 256 colors.
Karena sistem saya yang menggunakan Windows Vista sudah memenuhi syarat, jadi tidak menemukan masalah yang berarti. Saya tidak bisa membeli Microsoft Office dengan harga yang mahal, paket pelajar senilai $150, sedangkan rumah tangga & bisnis senilai $280, jadi Libre Office adalah solusi yang baik bagi saya karena tidak perlu merogoh isi dompet untuk menggunakannya. Lagi pula saya masih bisa menggunakan Microsoft Office terbaru jika terpaksa dengan layanan Sky Drive secara daring secara gratis.

Tinggalkan komentar