A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ternyata sudah tidak seperti dulu lagi. Kemarin saya melakukan puasa, rencananya 24 jam, dan persiapan sudah dilakukan sejak seminggu sebelumnya. Tapi apa daya ternyata pada hari H hanya dapat bertahan 20 jam saja.

Kepala saya menjadi berat dan nyeri, sementara aktivitas asam lambung mengancam untuk menjadi GERD. Ah, rasanya tubuh ini sudah tidak seperti dulu.

Namun ada baiknya jika puasa berikutnya direncanakan dengan matang. Dan mungkin harus mengalokasikan dana lagi untuk jus buah, karena 2 minggu ini dana jus buah dialihkan untuk persiapan ujian. Aih.. Aih… :D.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. gintingripka Avatar

    Luar biasa penjelasannya
    Super sekali… 😀

    Memang Cahya adalah dokter sejati 😉

    Suka

  2. gintingripka Avatar

    Mas, hubungan jus buah dengan puasa apa ya ??
    Soalny aQ pengen puasa cma ndak tau cara yang benar itu gimana
    Yang ga merusak asam lambung…
    😀

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Ha ha…, tidak ada sebenarnya, namun jus buah memiliki keasaman yang alami yang bisa dijadikan pertolongan pertama jika asam lambung terasa meningkat dengan cepat. Saya bahkan pernah tiga hari hanya mengonsumsi jus wortel saja, memang lemas sih, tapi tidak sampai menimbulkan keluhan di lambung.

      Jika memang memiliki masalah dengan lambung, jangan paksa diri untuk berpuasa, terutama jika pernah mengalami keluhan atau didiagnosis memiliki penyakit lambung. Akan berbahaya jika memaksakan diri.

      Yang namanya berpuasa, pastinya lambung akan berada dalam kondisi kosong, dan di sini selalu ada potensi asam lambung merusak lapisan perlindungan lambung. Kecuali diberikan obat-obatan tertentu yang menahan dan menetralkan asam lambung. Jadi perlukaan oleh asam lambung adalah salah satu risiko berpuasa.

      Jika saya merasa cukup fit, cukup sehat, saya tidak bermasalah mengambil puasa kapan saja secara acak. Namun saya selalu sediakan jus buah, seandainya asam lambung mulai membuat rasa perih yang sangat. Setidaknya dicoba dulu selama satu hari tertentu, jika lancar ya syukur, jika tidak kan ada jus buah.

      Ini adalah metode sederhana saya, dan mungkin tidak akan berlaku bagi semua orang.

      Suka

Tinggalkan komentar