A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hari ini saya melakukan upgrade firmware Nokia E71 saya, sebenarnya sudah lama tersedia pilihan upgrade namun baru pagi ini dapat saya selesaikan. Firmware baru memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang terdapat pada firmware lama, dan tentunya menambah dukungan terhadap aplikasi-aplikasi terbaru yang disediakan untuk Symbian 60.

Saya biasanya selalu memeriksa ketersediaan pembaharuan perangkat lunak setidaknya enam bulan sekali. Dan selalu melakukan dari komputer rumah, jika tidak tersedia akses biasanya saya mempertimbangkan melakukannya di galeri Nokia terdekat.

Pembaruan Ponsel Nokia

Memang perlu waktu beberapa jam, termasuk melakukan pencadangan terhadap berkas-berkas yang ada di ponsel sebelum melakukan pembaruan, tapi setidaknya semua berjalan lancar. Walau kadang saya tidak menemukan adanya perbedaan signifikan, namun rasanya lebih pas saja dengan melakukan upgrade, jangan sampai ponsel tua bermasalah karena peranti lunaknya ketinggalan zaman.

Setidaknya, dengan pembaruan berkala, saya cukup merasakan peningkatan performa pada ponsel tua saya. Jika dibandingkan dengan ponsel sejenis yang tidak pernah diperbarui sama sekali peranti lunaknya.

Selain itu, saya juga menambahkan dua layanan baru dari IM3, layanan khusus untuk paket berkirim pesan melalui Nokia Messaging, jadi saya bisa menghemat dana untuk keperluan push email, dan sedikit layanan paket untuk sms, karena setelah saya lihat, tarif sms IM3 yang normal cukup tinggi juga. Namun saya belum bisa menentukan pastinya, apakah paket-paket ini bisa menghemat keuangan saya atau tidak, ada yang memiliki masukan?

Setidaknya, dalam beberapa tahun terakhir ini, meski dengan kelahiran dan munculnya banyak produk ponsel pintar baru, saya belum tertarik untuk mengganti ponsel saya, karena seringkali ponsel saya justru bisa lebih produktif dibandingkan produk-produk baru di pasaran. Maka, saya ingin memakainya sampai dia rusak nanti – dan semoga tidak bernasib serupa seperti pendahulunya, ikut tercebur ke sawah bersama pemiliknya.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

14 tanggapan

  1. gadgetboi Avatar

    bli gnome dock bisa di switch ke bawah enggak? mengganggu sekali disebelah kanan … 😦 kalau di bawah paling tidak mirip macosx hihihi)

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Gnome Dock? Maksudnya “Dash” ya Mas Rangga? Sepertinya memang menempel di situ deh, saya rasa malah bagus di sebelah kanan, toh dia tidak selalu berada di atas jendela kecuali kursor dilayangkan ke atasnya.

      Kalau dari sisi aksesibilitas, menurut saya (yang amatiran ini), dash yang ada di kiri layar jauh lebih bagus daripada dock di bagian bawah. Saya menggunakan layar lebar, dan lebih mudah menggeser tetikus ke kiri dan ke kanan (horizontal) daripada atas bawah (vertikal), karena bentuk anatomis pergelengan tangan kita, jadi upaya untuk mencapai dash jauh lebih lebih ringan karena hanya perlu menggerakkan pergelangan tangan, sedangkan untuk mencapai dock, jika hanya menggunakan pergelangan tangan dengan menggerakkan tetikus di bawa telapak tangan, maka posisinya tetikus akan jadi tidak nyaman, sedangkan jika mau nyaman harus menggerakkan tangan (bahkan mungkin lengan juga).

      Saya rasa inilah keunggulan dash pada Gnome Shell dan Unity.

      Suka

  2. gadgetboi Avatar

    pamer distro baru :mrgreen:

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Ha ha…, mau coba yang berbasis Maemo edisi terakhir, tapi ndak ada anggaran lagi :D.

      Suka

    2. gadgetboi Avatar

      enggak ada anggaran? benwit? kan bisa donload di kampus 😀

      Suka

    3. Cahya Avatar

      Oh bukan begitu Mas Rangga, maksud saya anggaran untuk membeli Nokia berbasis Maemo edisi terakhir, karena Nokia kan sudah melepas OS Linux-nya dan beralih ke Microsoft :D.

      Suka

  3. Andhy Avatar
    Andhy

    Dulu pernah upgrade Soner, Blackberry, dan Android tp blm pernah mainan firmware nokia 🙂

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Mas Andhy, saya malah familiernya ya sama produk Nokia, dulu pakai Siemens, tapi sekarang sudah tidak ada lagi :).

      Suka

  4. gadgetboi Avatar

    kenapa kalau hape saya enggak berani upgrade sendiri yah? 😆 kalau masih memiliki garansi mending ke service center ajah deh … cari aman 😀

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Mas Rangga, kalau ada yang dibuat cuci mata, bolehlah ke service center, tapi kalau ndak, ngapain berjemur di jalanan, garansi kan masih berlaku kalau update firmware gagal, karena kita tidak melakukan kesalahankan pasca mengikuti prosedur standar kita. Misalnya kalau karena habis di-charge ponsel rusak, apa itu kesalahan konsumen jika ternyata kecacatan ada produknya, saya rasa upgrade juga bisa bermakna sama :).

      Suka

  5. dHaNy Avatar

    Jadi pengen Nokia E71 nih mas..
    Moga ada dapet thr buat ganti hp, hehe…

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Mas Dhany, ponsel Nokia E71 ini ponsel seri lawas, saya khawatir malah sudah tidak diproduksi lagi :).

      Suka

  6. jarwadi Avatar

    saya pernah beberapa kali upgrade firm ware pada ponsel sony ericsson saya, tapi saya tidak melihat perbedaan dengan upgrade itu

    kalau Nokia bagaimana mas? 🙂

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Nyaris tidak ada bedanya Pak, hanya saja saya memerhatikan beberapa bugs lama sudah tidak ada lagi, kadang update firmware tidak selalu sempurna juga :).

      Suka

Tinggalkan komentar