A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Saya sering mendengar bahwa stres bisa memicu munculnya uban rambut putih) lebih awal, ya, semacam uban yang prematur mungkin. Namun apakah itu benar? Saya sendiri tidak begitu jelas, dermatologi di sisi ini bukanlah keahlian saya – namun tentu pertanyaan seperti ini akan tetap menggelitik rasa ingin tahu saya.

Sebagaimana yang sudah diketahui umum, warna rambut dihasilkan dari adanya melanin, lebih spesifiknya ada eumelanin dan feomelanin. Anda bisa menemukan informasi tentang melanin dari ensiklopedia. Intinya jika jumlah melanin berkurang atau justru tidak ada melanin, pigmen warna rambut akan berkurang bahkan bisa dikatakan hilang.

Secara alami, masyarakat kita di Indonesia akan mengalami perubahan warna rambut menjadi uban ketika usia bertambah, atau menginjak usia tua. Hal ini adalah proses alami ketika sel-sel penghasil melanin mulai mati, sehingga rambut kehilangan pigmennya dan memperlihatkan warna aslinya.

Optimistic eldery woman living in Rauristal
Optimistic eldery woman living in Rauristal | A Photograph by Ben.

Jadi, proses ini memang akan terjadi pada setiap orang yang hidup hingga usia di mana sudah waktunya rambutnya memutih. Ini biasanya dimulai pada usia 35 tahun, dan bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung karakter gen yang dibawanya. Anda bisa merunut kembali ke generasi sebelum Anda, apakah mereka memiliki kecenderungan untuk uban pada usia yang lebih muda atau lebih tua.

Satu folikel rambut menumbuhkan satu batang rambut yang dalam keadaan sehat akan cukup kuat untuk hidup selama dua hingga lima tahun jika saya tidak keliru.

Namun pada kondisi stres, rambut dapat mati muda – dan kemudian lepas. Tentu saja rambut akan tumbuh kembali. Namun kondisi stres pada usia sudah beranjak dewasa dapat menyebabkan siklus pergantian rambut menjadi lebih cepat daripada normal, mungkin sekitar tiga kali lebih cepat dibandingkan normal. Dan di sini ada kemungkinan bahwa rambut yang tumbuh menggantikan rambut yang mati muda bisa berwarna tidak lagi hitam atau warna normalnya, namun putih tanpa melanin.

Saya sendiri tidak terlalu jelas mengenai bagaimana mekanisme proses ini. Namun ya, ada kemungkinan dan juga mungkin kecenderungan bahwa mereka yang stres akan memperlihatkan uban – rambut memutih yang tidak pada waktunya.

Jika kondisi ini tidak dibarengi dengan kematian melanin, maka ada kemungkinan rambut yang tumbuh berikutnya setelah rambut uban tersebut mati adalah rambut hitam. Namun jika ada kematian melanin, maka mungkin tidak akan dapat kembali lagi seperti semula.

Jadi, bukan hanya untuk estetika penampilan rambut dengan tanpa uban yang prematur, namun untuk kesehatan secara umum, selayaknya kita menghindari stres – pun tidak bisa, kita selayaknya berusaha mengelola stres dengan baik. Perubahan warna rambut menjadi keabu-abuan atau putih lebih awal juga bisa dipicu oleh kebiasaan merokok, jadi ada baiknya Anda juga menghindari ini.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. jarwadi Avatar

    jadi rambut saya yang beruban ini? hehehe

    Suka

  2. die Avatar

    Kalau aku mah bukan tumbuh uban mas, tapi rontok 😦

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Kalau rontok, kadang saya juga Pak, apalagi kalau sedang stres, tugas menumpuk dan tidak sempat (plus malas) mengurus diri. Pasti rambut terlihat menipis.

      Suka

  3. Applausr Avatar
    Applausr

    saya dulu punya teman masih muda sudah ubanan, padahal masih SD. nah itu kira kira kenapa ya?  padahal menurut saya kalau rambutnya putih wibawanya nambah loh..

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Ada banyak kemungkinan untuk kasus seperti ini, semisalnya saja kasus vitiligo. Atau kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin B12, vitamin A atau tembaga.

      Rambut putih tidak masalah, bahkan kadang dengan penataan yang apik justru tampak lebih indah dan manusiawi :).

      Suka

Tinggalkan komentar