A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ketika saya mulai mendesain ruang kecil ini, saya memahami bahwa mungkin akan muncul perdebatan ke depannya. Namun bukan itu yang ingin ditampilkan lebih banyak. Dalam ranah masyarakat Hindu, setiap orang bebas menemukan jalan menuju pada kebenaran yang hakiki. Apakah melalui jalan kepercayaan sebagai seorang bhakta, jalan pengetahuan dan kebijaksanaan seorang jnanin, jalan ketulusan seorang karmin, atau kultivasi sang diri seorang yogi.

Logika dan kepercayaan kadang dapat berbeda, sehingga kebijaksanaan hadir untuk menjembataninya.

Logika

Logika yang digunakan untuk menjelaskan konsep agama sering tidak dapat dibuktikan sebagaimana logika eksata.

Jadi tidak heran kita bisa menemukan debat berkepanjangan mengenai kepercayaan yang dilogikakan. Jika orang bersedia jujur, maka dia akan menerima kepercayaan sebagai kepercayaan, dan logika sebagai logika – meski keduanya bisa jadi adalah kebenaran atau bukan sama sekali.

Jika seseorang ingin memperdebatkan agama, ya saya rasa akan sah-sah saja – namun orang mesti menyadari potensi terperangkap dalam lingkaran perdebatan yang tiada berujung. Apalagi jika dua paham yang diperdebatkan saling bertentangan atau digunakan untuk saling menyalahkan.

Maka, marilah kita belajar menjadi bijaksana.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar