Selama beberapa bulan belakangan ini, saya melihat penjualan konsol video game PlayStation dan Nitendo versi lawas cukup laris di kota kecil ini. Paling jauh setidaknya teknologi PlayStation 2 dari Sony, tapi itu pun jarang saya lihat di sisi-sisi jalan. Saya masih ingat dulu saya gemar memainkan permainan seri Final Fantasy yang dirilis tahun 2000 ke bawah, ketika era itu, PlayStation sebagai konsol game sangat mendominasi. Kalau sekarang? Mungkin beda lagi ceritanya.
Saya punya Windows 8, saya punya Ubuntu teranyar, tapi saya tidak punya PlayStation (lagi) untuk bernostalgia. Tapi dua sistem operasi yang saya punya bisa mengobati rasa kangen itu, meski hanya sesaat.
Final Fantasy VII, VIII dan IX adalah seri-seri yang dimainkan di PlayStation keluaran pertama. Beruntung Ubuntu memiliki PCSX pada repositorinya, sehingga saya bisa memainkan permainan ini.
Tinggal memasang PCSX (sebuah peranti lunak yang membuat kita bisa memainkan permainan PlayStation), lalu saya memainkan Final Fantasy IX dari citra IMG yang sudah disediakan sebelumnya.

Saya tidak perlu komputer berkekuatan tinggi, netbook dengan prosesor pada 1 GHz ini saja mampu memainkan permainan lawas yang menarik ini. Perlu dicatat juga, Final Fantasy IX seingat saya dirilis tahun 2000, era di mana prosesor Pentium III (paling tinggi berkecepatan 1,3 GHz – masih dalam “seingat saya”) mungkin setara dengan netbook saya ini.
Hanya perlu netbook, Ubuntu, Internet, dan sebuah gamepad merk M-Tech yang murah meriah untuk memainkannya. Saya rasa bisa juga kangen saya terobati (biasanya kalau menyentuh video game pertanda tingkat stres sudah melambung tinggi).
Tapi setelah sehari memasangnya, saya tidak memainkannya lagi. Saya cuma ingin mencobanya dan mengobati kangen, aspek legalitasnya masih dipertanyakan. Mungkin jika saya punya dana lebih (yang sepertinya sementara ini mimpi belaka), saya akan membeli perangkat PlayStation 4 (yang juga ternyata baru akan dirilis). Kecuali ada yang mau menyumbangkan konsol game lawas layak pakainya pada saya, akan saya terima dengan senang hati.

Tinggalkan komentar