A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Telah beberapa minggu terlewati, sering kali melewati jalanan yang sama setiap harinya. Melewati persawahan yang sama, hanya saja berganti dari padi hijau, ke bentangan yang menguning atau genangan lumpur yang menjadi tabir bagi kerbau dan sapi dari sengatan siang. Rasanya dengan ini semi telah datang di Selatan Raung, meski gumpalan senandung mendung sesekali melintas dalam bayang senja.

Gita damai yang dilewati sepanjang hari mungkin jauh dari sentosa, pun racikan cumbu ceria siang yang dibalut angin mengulun pelan dari puncak pegunungan ke dataran yang menghampar perdu nikmat ini – adalah pengganti yang lebih dari santapan termewah sekali pun.

Kaki Gunung Raung
Tebaran semi di bumi dan di langit.

Ke manakah pagi hendak bertiup? Karena lompatan kecil sang cakrawala yang bertahtakan zamrud telah membuat kehidupan dipertemukan dengan siang.

Musim ini adalah musim yang dipenuhi suka cita. Sebelum malam terlelap, mari dendangkan kembali gita-gita di pucuk-pucuk padi yang membulir embun hijau sedari paginya tercinta.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Zizy Damanik Avatar
    Zizy Damanik

    Nice picture lho..

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Terima kasih Mbak Zizy 🙂

      Suka

Tinggalkan komentar