A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Film animasi Detective Conan ke-17 diberi judul Private Eye in the Distant Sea. Saya tidak hendak mengulasnya karena kepopuleran serial Conan, pasti sudah banyak banyak yang menonton dan membuat ulasan tentang film yang dirilis hampir setahun yang lalu ini.

Petualangan Conan dan teman-temannya kali ini membawa mereka ke atas kapal perang penghancur tipe Aegis; kapal perang serupa yang tampak di film laga penuh CGI “Battle Ship“. Apakah film Conan yang kali ini menarik? Karena edisi sebelumnya biasa-biasa saja, di mana saya merujuk pada film “the Eleventh Striker“.

Ternyata film yang ke-17 ini termasuk yang muncul sebagai film yang lumayan bagus. Kadang saya jadi berpikir, berapa lama sudah Conan ini ada sehingga bisa dibilang menyaingi panjangnya film anime lain, seperti Doraemon misalnya (yang menjadi ikon budaya nasional masyarakat Jepang).

Apakah Anda sudah menyaksikan film Conan yang ke-17 ini? Bagi penggemar serial Detective Conan, film ini sungguh sayang untuk dilewatkan.

Untuk ceritanya, saya sendiri sudah lupa, karena sudah cukup lama menontonnya. Tapi karena setelah menonton anime lain yang mirip, jadi saya tertarik menuliskannya di sini. Tapi yang jelas, bukan peran antagonisnya yang membuat kisah kali ini mendebarkan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar