A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Terdengar sederhana, namun makanan memang menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan pokok kita yang tidak terelakkan, sebagai sumber nutrisi yang menyokong kehidupan, sekaligus menjadi gerobak bagi pelbagai potensi gangguan kesehatan. Mulai dari gangguan pencernaan seperti diaer, hingga kanker, dari masalah neurologis (saraf dan otak) hingga kemungkinan malnutrisi (gizi buruk).

Selama ini kita mungkin kurang memerhatikan makanan kita, bagaimana mengolahnya, menyimpannya, hingga menghidangkannya. Kita tidak belajar keahlian ini di sekolah, namun di rumah. Beruntung bagi Anda yang memiliki kesempatan untuk belajar dan menguasai kemampuan menyiapkan makanan secara baik, sehingga aman bagi mereka yang mengonsumsinya.

Video di atas berasal dari WHO Pasifik Barat, di mana budaya makanan tidak berbeda dengan di negara kita. Silakan amati pesan yang disampaikan, dan mari kita awas terhadap makanan kita.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar