A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Konflik acap kali muncul karena hal-hal yang kecil, yang sebenarnya ketika dilihat sungguh menjadi sesuatu yang tidak ada maknanya sama sekali. Namun, karena kita lebih sering tidak mampu melihat pandangan umum yang lebih utuh, maka konflik akan semakin tidak terhindarkan.

Selain menanyakan, mengapa kita memiliki konflik, maka kita juga bisa bertanya – mengapa kita tidak bisa melihat secara utuh?

https://www.youtube.com/watch?v=Z-d-qHH9IPo

Dalam kehidupan, kita sering menemukan rekan seperjalanan. Hanya saja kita juga sering menemukan hal-hal yang membuat kita berkonflik dengan mereka.

Kata-kata “Mundur Selangkah akan memberi maju Seribu Langkah”, kadang sulit dimengerti. Namun para pebisnis saat ini memberikan kata yang lebih sederhana, yaitu “investasi”.

Sayangnya, tidak semua orang bisa berinvestasi dengan cerdas nan bijak. Saya pun demikian, sering kali melihat suatu keadaan secara sepenggal. Dan ini bisa menjadi sesuatu yang merugikan suatu ketika nanti.

Ambil pelajaran dari hal-hal di mana kita gagal melihat sesuatu dengan utuh. Sehingga ketika kita mampu melihat sesuatu masalah secara lebih menyeluruh – atau bahasa kerennya lebih komprehensif, maka kita akan tahu bagaimana untuk menanggulanginya dengan baik.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar