A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa waktu lalu, saya mendengarkan ‘orasi’ yang ‘mempertanyakan’ mana yang dipercayai oleh orang-orang? Apakah bumi diam dan matahari yang bergerak, atau sebaliknya matahari yang diam dan bumi yang bergerak mengelilinginya?

Ada dua hal menggelikan yang saya dengar telah disampaikan. Pertama bahwa menurut ‘buku IPA’ yang dalam catatan merupakan pengetahuan yang diberikan resmi di sekolah-sekolah, bahwa matahari diam dan bumi yang bergerak. Dia mempertanyakan, jika bumi bergerak, bagaimana nantinya pesawat bisa mendarat? Jika matahari diam, bukankah tidak sesuai dengan yang dinyatakan dalam ***** yang dia imani bahwa matahari dikatakan bergerak.

Saya dari jauh hanya diam dan tersenyum geli. Oke, Anda boleh tidak belajar astrofisika, tapi setidaknya jangan bolos dari kelas IPA dulunya. Saya belum pernah menemukan pernyataan dalam buku IPA bahwa matahari itu diam. Mungkin ada buku model baru yang menjelaskan berbeda?

Sepertinya perdebatan bumi datar dan bulat belakangan ini hanya mendatangkan mereka yang matang separuh-separuh berbicara di depan publik dan semakin menyesatkan banyak orang.

Mungkin karena matahari hanya diam, tak pernah protes orang-orang mengatakannya diam atau bergerak. Dia hanya diam seribu kata.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar