A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Entah sudah berapa kali dalam dasawarsa ini film Spider-Man “dicetak” ulang. Termasuk dalam dua film sebelumnya yang dibintangi Tobey Maguire serta Andre Garfield, lalu yang terkini adalah Spider-Man: Homecoming dibintangi oleh Tom Holland. Berbeda dengan film-film pendahulunya, kini latar Spider-Man ada bersama tokoh-tokoh superhero Marvel, the Avengers.

Setidaknya tokoh Tony Stark (Iron-Man) muncul dalam film ini. Dan kisahnya mengambil waktu sekitar 8 tahun setelah perang di New York.

Yang menarik dari film ini adalah jalan ceritanya. Tidak seperti pada film lainnya, di mana Spider-Man dipaksa memerankan tokoh dewasa yang gelap dan kusut akibat kekuatan yang tidak sengaja dimilikinya. Film Spider-Man: Homecoming lebih menitikberatkan pada dilema batin Peter Parker, yang darah mudanya ingin menjadi seorang superhero, sementara kesehariannya terjebak sebagai pelajar sekolah menengah atas.

Sangat humoris, menghibur dan kadang menyebalkan. Film ini adalah campuran unik yang diharapkan dari tampilnya Tom Holland. Sangat sayang jika terlewatkan. Tidak perlu dibahas mengenai CGI dan sebagainya yang tentu sangat memanjakan mata.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar