A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Tahun ini saya membeli kacamata keempat saya. Sejak tahun 2009, saya menggunakan sejumlah kacamata yang berbeda-beda. Memilih kacamata adalah hal yang sulit bagi saya karena kondisi yang saya miliki. Saya memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan lensa dengan kemampuan filtrasi cahaya yang cukup baik, dan pemasangan aksis yang tepat.

Saya biasanya menyimpan dan mencocokan resep kacamata mata yang baru dan lama. Perubahan yang ada biasanya menentukan pilihan saya.

Saya tidak terlalu memilih kacamata yang perlukan, tapi saya biasanya memiliki rentang jenis yang saya inginkan.

Kacamata Pertama (setelah 10 tahun)

Kacamata permata saya menggunakan lensa Rodenstock dengan bingkai Tag Heuer, dan mungkin kacamata paling mahal yang pernah saya beli lebih dari sepuluh tahun yang lalu di tahun 2009. Dan sampai sekarang masih sering saya pakai, karena sangat nyaman.

Kacamata Kedua

Kacamata kedua saya menggunakan lensa Crizal dari Essilor dengan bingkai standar tanpa merk, akhirnya kacamata tersebut patah pada bingkainya, dan rusak. Sangat saya sayangkan, karena merupakan kacamata dengan lensa photochromic pertama saya di tahun 2013.

Kacamata Ketiga

Kacamata ketiga saya beli secara buru-buru dengan sebagai pengganti kacamata kedua yang rusak. Kacamata ini dibeli dengan anggaran terbatas, tapi tidak murah bagi saya, juga tipe photogrey dari pabrikan Tiongkok. Bingkai standar tanpa merk, yang akhirnya patah dua tahun lalu. Saya selalu mengalami nyeri kepala saat jika menggunakan kacamata ini lebih dari sejam. Dan ternyata saya menemukan kekeliruan dalam produksi kacamata saat saya membeli kacamata keempat.

Tiga pengalaman di atas membuat saya memilih sekali untuk kacamata keempat. Saya memutuskan bahwa untuk lensa, saya hanya akan menggunakan produk Rodenstock, Essilor, atau Zeiss. Sementara saya tidak akan memilih bingkai yang asal-asalan lagi, sayang jika lensa yang bagus rusak karena bingkai patah atau rusak.

Kacamata Keempat

Saya melakukan pemeriksaan ulang bersama optimerist ‘langganan keluarga’ di Bringin Optik, Banguntapan. Menyesuaikan anggaran saya, dan ketersediaan produk. Saya memutuskan menggunakan lensa Hoya dengan bingkai Hummer untuk kacama kali ini. Kami suka optik ini karena pelayanan ramah, cepat, dan relatif dengan koleksi yang lengkap.

Di tengah pemesanan, datang kabar bahwa lensa Hoya yang saya pesan tidak tersedia. Sehingga setelah berdiskusi beberapa kali, akhirnya memutuskan lensa Zeiss.

Lensanya, bukan lensa Zeiss dari luar negeri sana. Namun produksi Top Optical Lab yang bermerk EvoLens yang menggunakan paten teknologi dari Zeiss.

Bagi saya lensa ini sangat nyaman digunakan, dan jernih. Fungsi photocromic yang diberikan juga sangat baik, walau bukan warna awal yang saya kehendaki.

Kacamata Keempat

Saya memilih kacamata keempat ini dengan beberapa pertimbangan. Pertama, lensanya nyaman – photochromic – dan ada lapisan antipantulan. Bangkainya mudah dirawat, sedikit lekukan yang menambah aspek safety di era pandemi. Ukuran lensa yang terpasang lebih lebar dibandingkan semua kacamata yang pernah saya miliki sebelumnya, ini juga pertimbangan pada aspek safety selama pandemi. Tipe lensanya memiliki lapisan yang cepat menghilangan embun, sehingga tidak terlalu menganggu ketika digunakan bersama masker medis yang sering menimbulkan embun dari hembusan napas.

Saya berharap kacamata ini akan awet, karena saya tidak yakin bisa membeli baru dengan anggaran yang sama jika ternyata rusak akibat kesalahanpenggunaan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar