A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Oho, siapa yang menonton streaming terlaris tahun ini di YouTube tadi sore? Pertandingan seorang pecatur daring yang sedang naik daun melawan grandmaster catur wanita.

Yang menarik kemudian, komentar netizen justru masih bergelut di antara kecurangan yang menjadi topik dan penyebab pertandingan itu diadakan. Bahkan hal ini sampai menarik perhatian orang-orang di luar Indonesia.

Cheater atau si curang bukan barang baru dalam sebuah permainan atau kompetisi. Dan dalam permainan komputer, cheat engine atau mesin curang sudah banyak diproduksi, dan memiliki ragam dan komunitas yang beragam.

Photo by Vlada Karpovich on Pexels.com

Anda bisa memenangkan permainan yang sulit di komputer atau internet secara mudah dengan memanfaatkan cheat engine.

Mencurigai penggunaan cheat tidak sulit bagi yang berpengalaman, namun bagi yang awam akan tidak tahu apa yang sedang terjadi. Isu curang di permainan catur daring kemarin muncul akibat suatu dianggap mustahil bisa dilakukan oleh manusia wajar pun dia terlatih.

Jika ada lomba lari maraton 10K, dan pemenangnya bisa finish dalam 10 menit. Apa Anda percaya bahwa dia memang lari sampai garis finish dengan tidak melihat sendiri proses berlarinya? Anda bisa jadi berteriak, mungkin si pemenang curang dan naik taksi! 😂 – Tapi Anda tidak punya bukti kan, karena Anda tidak melihat sendiri, dan tak ada seorang pun yang menyaksikan, apalagi si pelari bersikukuh bahwa dia tidak naik taksi tapi memang berlari.

Curang tidak bisa dikatakan curang hingga terbukti curang!

Saya pengguna gim yang dipasarkan melalui Steam, dan saya menggunakan WeMod. Bagi yang tahu apa keduanya itu berarti Anda juga paham, atau setidaknya tahu bagaimana cheat engine bekerja membantu gamer dalam bermain.

Netizen yang tidak paham ini (atau mungkin sengaja menyangkal) akan tampak sangat bodoh. Bahkan ketika diajukan argumentasi mengenai statistik pertandingan, mereka lebih percaya pada kebetulan, keajaiban dengan sedikit bumbu jampi-jampi. Saya rasa pelajaran matematika di sekolah dulu menjadi sia-sia bukan ketika netizen gagal menjadi ahli statistik, tapi ketika mereka gagal memahami makna statistik.

Mereka yang paham mungkin hanya terpingkal-pingkal dalam hati dihibur oleh kedunguan masal. “Oh sh*t, look, this one is so ridiculously stupid ! LOL.” – Seperti itu.

Kalau saya tetap setuju untuk satu hal, ini momentum yang baik untuk mempopulerkan catur kembali ke masyarakat kita. Olahraga yang bagus, murah, dan bisa dilakukan di mana saja.

Masalah apakah kecurangan yang diisukan terjadi perlu dibuktikan? Nah, menurut saya tidak penting. Mereka yang punya pemikiran terbuka sudah pasti paham, dan mereka yang masih belum paham mungkin tidak akan mau tahu atau paham. Jadi pembuktian lebih lanjut tidak lagi bermakna.

P.S. yang berminat untuk melihat analisis pertandingan tersebut, bisa mengunjungi tautan: Dewa Kipas VS GM Irene Sukandar (lichess.org).

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. q.thrynx Avatar

    Saya termasuk orang yang penasaran, itu yang rame terakhir main catur kapan ya? 😁

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Kalau global, kayanya terakhir rame pas Deep Blue vs Kasparov, dan masih jadi inspirasi pembicaraan dan saduran hingga kini. 😂

      Suka

Tinggalkan komentar