Banyak orang yang bingung memilih antara hidup di kota atau di desa. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan Anda. Hal-hal berikut adalah yang secara umum dapat Anda jumpai.
Kelebihan hidup di kota:
- Akses ke fasilitas publik yang lebih lengkap, seperti transportasi, pendidikan, kesehatan, hiburan, dan lain-lain.
- Peluang kerja yang lebih banyak dan beragam, sehingga bisa meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan.
- Kemajuan teknologi yang lebih cepat dan mudah diikuti, sehingga bisa memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari.
- Keterbukaan dan keragaman budaya yang lebih tinggi, sehingga bisa memperluas wawasan dan pengetahuan.
Kekurangan hidup di kota:
- Polusi udara, suara, dan visual yang tinggi, sehingga bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan.
- Biaya hidup yang lebih mahal, sehingga bisa menimbulkan tekanan finansial dan psikologis.
- Persaingan yang lebih ketat dan stres yang lebih tinggi, sehingga bisa mengurangi kualitas hidup dan kebahagiaan.
- Kurangnya ruang hijau dan kesempatan berinteraksi dengan alam, sehingga bisa menurunkan keseimbangan jiwa dan tubuh.
Kelebihan hidup di desa:
- Udara yang lebih segar dan bersih, sehingga bisa meningkatkan kesehatan dan kenyamanan.
- Biaya hidup yang lebih murah, sehingga bisa menghemat pengeluaran dan mengurangi tekanan finansial.
- Kehidupan yang lebih tenang dan santai, sehingga bisa menikmati waktu luang dan kebahagiaan.
- Lebih dekat dengan alam dan lingkungan sekitar, sehingga bisa menjalin hubungan harmonis dengan makhluk hidup lainnya.
Kekurangan hidup di desa:
- Akses ke fasilitas publik yang lebih terbatas, sehingga bisa menghambat mobilitas dan perkembangan.
- Peluang kerja yang lebih sedikit dan monoton, sehingga bisa menurunkan penghasilan dan kesejahteraan.
- Kemunduran teknologi yang lebih lambat dan sulit diikuti, sehingga bisa menyulitkan berbagai aktivitas sehari-hari.
- Keterbatasan dan keseragaman budaya yang lebih rendah, sehingga bisa mengurangi wawasan dan pengetahuan.
Ada yang bilang hidup di desa dengan rezeki kota adalah yang paling pas. Ada juga yang bilang paling apes kalau hidup di desa yang tampil seperti kota, atau sebaliknya. Ada juga yang bilang, kalau orangnya kerasan, mau di mana pun sama saja.

Saya pernah pindah beberapa kali antara hidup di desa dan di kota, serta tempat yang setengah desa dan setengah kota.
Menurut saya kenyamanan itu dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu diri sendiri, pekerjaan dan pendapatan, serta regulator.
Dari semua itu, regulator yang bisa disebut pemerintah memegang peran besar menurut saya. Sebuah wilayah baik kota maupun desa dapat menjadi wilayah layak huni impian warganya apabila regulatornya mumpuni. Segelintir individu yang mengatur hajat hidup orang banyak. Untungnya orang-orang ini bisa dipilih oleh warga, buntungnya sering tidak banyak pilihan. Jangan harap sebuah daerah bisa sejahtera dan bahagia warganya apabila para pengampunya hanya mementingkan perut kelompoknya sendiri. Jika mereka hanya melihat kepentingannya sendiri, maka potensi-potensi yang mampu memperbaiki kualitas hidup warga akan tersisihkan perlahan tapi pasti.
Pekerjaan dan pendapatan menjadi hal yang tidak bisa dipungkiri. Ini bukan hanya tentang pekerjaan dan pendapatan kita sendiri, tapi juga wilayah itu secara keseluruhan. Sesuatu yang dalam skala lebih luas salah satu dampaknya dinilai dari PDB dan pendapatan per kapita. Jika sebagian besar warga di tempat Anda berusaha hanya memiliki pendapatan maksimal UMR, maka kecuali Anda melakukan ekspansi bisnis ke luar daerah, usaha Anda yang berbasis lokal tidak akan banyak membuahkan hasil, apalagi usaha-usaha yang bergerak di bidang kebutuhan tersier.
Lalu diri sendiri. Ada beberapa situasi yang tidak bisa diubah di mana kita berada. Misalnya orang desa yang pindah ke kota akan kaget dengan kemacetan yang bukan main. Sebaliknya orang kota yang pindah ke desa akan kaget saat mau istirahat akhir pekan jendela dan pintu rumahnya digedor-gedor suara bas maha-dahsyat dari sound system di tempat tetangga yang lagi hajatan sampai semalam suntuk. Kita bisa menari dengan harmoni kota atau desa, atau kita menghabiskan hidup kita dengan penolakan.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hidup di kota atau di desa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada pilihan yang benar atau salah, tetapi tergantung pada preferensi dan kondisi masing-masing individu. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menjalani hidup dengan sebaik-baiknya di mana pun kita berada.

Tinggalkan komentar