Hidup Anda tanpa komputer: seperti apa jadinya?
Bayangkan dunia tanpa komputer. Ya, itu akan seperti kembali ke zaman batu, tapi tanpa batu yang berguna untuk membuat api atau alat! Kita akan kembali ke era dimana “menyimpan file” berarti menumpuk kertas di meja yang sudah penuh, dan “menghapus file” adalah… yah, menggunakan penghapus karet yang baik.
Komputer telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Mereka adalah asisten pribadi yang tidak pernah mengeluh (kecuali saat Blue Screen of Death muncul), teman yang selalu ada untuk kita (sampai koneksi internet putus), dan guru yang tak kenal lelah (kecuali saat baterai habis). Tanpa mereka, kita mungkin masih akan mencari informasi di perpustakaan besar dengan katalog kartu yang tak ada habisnya, bukan dengan sekali klik di Google.
Dalam dunia pendidikan, tanpa komputer, kita mungkin akan kembali ke papan tulis dan kapur yang berdebu, dan lupa bagaimana rasanya memiliki semua pengetahuan di ujung jari kita. Guru akan kembali ke metode “copy-paste” manual dengan mesin fotokopi yang berisik, dan siswa akan kembali ke menghafal dari buku teks daripada menonton video edukatif yang menarik.
Di bidang kesehatan, tanpa komputer, dokter mungkin akan mengukur suhu tubuh kita dengan termometer raksa (dan berharap kita tidak menggigitnya), dan resep obat akan ditulis dengan tulisan tangan yang hanya bisa dibaca oleh apoteker yang terlatih khusus untuk itu. Telemedisin? Lupakan saja, kita akan kembali ke era dimana “house call” adalah norma, dan dokter akan datang ke rumah kita dengan tas kulit mereka yang penuh dengan alat-alat misterius.
Komunikasi juga akan kembali ke era surat-menyurat yang romantis, dimana kita menunggu berhari-hari, minggu, atau bahkan bulan untuk mendapatkan balasan. Media sosial akan digantikan dengan berkumpul di taman kota, dan “update status” akan berarti memberitahu tetangga tentang kabar terbaru sambil berjalan-jalan sore.
Dan bagaimana dengan hiburan? Tanpa komputer, kita akan kembali ke masa dimana “streaming” berarti mendengarkan aliran sungai, dan “gaming” adalah permainan papan atau kartu. Bioskop akan menjadi tempat suci bagi para pencinta film, dan buku akan menjadi lebih berharga dari sebelumnya.
Tapi jangan khawatir, meskipun tanpa komputer, kita masih akan menemukan cara untuk bertahan hidup dan bahkan bersenang-senang. Kita mungkin akan lebih banyak berinteraksi secara langsung, menghabiskan lebih banyak waktu di alam, dan belajar menghargai hal-hal sederhana dalam hidup. Mungkin kita akan menjadi lebih kreatif, lebih inovatif, dan lebih… manusiawi?
Jadi, apa jadinya hidup kita tanpa komputer? Mungkin tidak seburuk yang kita bayangkan, tapi pastinya tidak akan seefisien dan semenarik sekarang ini. Terima kasih, komputer, untuk semua yang telah kamu lakukan. Kamu mungkin tidak sempurna, tapi kamu telah mengubah dunia kita dengan cara yang tidak bisa kita bayangkan sebelumnya.


Tinggalkan komentar