A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan dengan berita tragis tentang sejumlah pelajar SMP yang meninggal dunia akibat terseret rip current di Pantai Drini. Masyarakat kita berduka, dan kita semua turut bersedih.

Rip current sangat berbahaya, karena saya sendiri pernah merasakan bahayanya, dia seperti malaikat maut yang mencengkeram kakimu dan menyeretmu ke tengah laut. Saat itu saya kelas 5 atau 6 SD, di pertengahan era 90-an. Kami anak-anak biasanya bermain ke pantai tanpa pendampingan, berangkat dengan sepeda setiap akhir pekan.

Pantai adalah tempat bermain yang menyenangkan bagi anak-anak. Saya bermain beberapa meter dari bibir pantai di atas gundukan pasir, tidak berani pergi terlalu jauh karena tidak bisa berenang. Tiba-tiba, pijakan di bawah kaki saya hilang dan saya menyadari sudah terlalu jauh dari pantai, terseret ke tengah. Itu momen yang menakutkan karena saya semakin menjauh. Ketika mencoba mendorong tubuh saya agar tetap mengapung, tetap saja terseret. Saya melambaikan tangan, tetapi tidak ada yang melihat.

Entah kenapa, saya ingat sebuah percakapan dengan paman saya di desa dulu. “Jika kamu pernah ditarik arus ke tengah laut saat berenang di pantai, jangan melawan, karena akan sia-sia, berenang ke samping dan kamu akan kembali ke pantai.”

Mengingat kata-kata itu, saya menggunakan sisa tenaga dari tangan dan kaki saya yang kecil untuk mendorong tubuh saya sejajar dengan bibir pantai. Waktu seakan berlalu sangat lama, dan saya merasa lelah. Hingga kemudian saya merasakan ada gelombang yang mendorong saya dari arah laut ke bibir pantai. Saya tenggelam beberapa kali dan terguling di dalam ombak, sambil berusaha mengambil napas sesekali, dan tersedak air laut. Hingga saya menemukan kembali gundukan pasir menyentuh lutut saya dan saya bisa bersimpuh di bibir pantai sambil kehabisan napas.

Jika saya tidak mendengarkan kata-kata paman saya sebelumnya, dan jika paman saya tidak sengaja bercerita tentang itu. Maka kisah saya sudah berakhir di sana.

Ketika saya pulang dan bercerita pada ayah saya yang seorang tentara, dia melihat saya dengan pandangan yang seolah berkata, “cuma seperti itu saja kok sampai heboh.” Yah, orang tua generasi sebelumnya memang beda.

Tapi untuk saat ini, saya rasa sangat penting bagi anak-anak untuk mengetahui bahaya yang ada di pantai, dan rip current adalah salah satunya. Serta bagi orang tua yang akan melepas anaknya untuk bermain ke pantai, menyampaikan hal ini pada anak-anaknya.

Apa Itu Rip Current?

Rip current adalah arus kuat yang mengalir dari pantai menuju laut. Arus ini dapat terjadi secara tiba-tiba dan memiliki kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dapat menyeret perenang yang tidak waspada ke tengah laut. Rip current sering kali tidak terlihat dari permukaan, sehingga sulit untuk dikenali oleh orang yang tidak berpengalaman.

Tanda-Tanda Rip Current

Meskipun rip current sulit dikenali, ada beberapa tanda yang dapat membantu kita mengidentifikasinya:

  • Air yang tampak lebih gelap atau lebih keruh di antara ombak.
  • Area air yang tampak tenang di antara ombak yang pecah.
  • Busa atau puing-puing yang terbawa arus ke arah laut.

Langkah-Langkah Keselamatan

Untuk menghindari bahaya rip current, berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Pahami Tanda-Tanda Rip Current: Sebelum berenang, perhatikan tanda-tanda rip current dan hindari area yang mencurigakan.
  2. Berenang di Area yang Dijaga: Selalu berenang di area yang diawasi oleh penjaga pantai. Mereka terlatih untuk mengenali dan menangani situasi darurat.
  3. Jangan Panik: Jika terjebak dalam rip current, jangan panik. Cobalah untuk tetap tenang dan berenang sejajar dengan pantai hingga keluar dari arus.
  4. Gunakan Pelampung: Jika memungkinkan, gunakan pelampung atau alat bantu lainnya saat berenang di pantai.
  5. Ikuti Petunjuk dan Peringatan: Perhatikan petunjuk dan peringatan yang diberikan oleh penjaga pantai atau papan informasi di sekitar pantai.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terjebak Rip Current?

Jika Anda terjebak dalam rip current, berikut langkah-langkah yang dapat diambil:

  1. Tetap Tenang: Jangan panik dan cobalah untuk tetap tenang.
  2. Berenang Sejajar dengan Pantai: Jangan mencoba berenang melawan arus. Sebaliknya, berenanglah sejajar dengan pantai hingga keluar dari arus.
  3. Minta Bantuan: Jika Anda merasa kesulitan, angkat tangan dan minta bantuan. Penjaga pantai atau orang di sekitar mungkin dapat membantu Anda.

Kesimpulan

Edukasi mengenai bahaya rip current sangat penting untuk menjaga keselamatan kita saat berada di pantai. Dengan memahami tanda-tanda rip current dan langkah-langkah keselamatan yang tepat, kita dapat mengurangi risiko terjebak dalam arus yang berbahaya ini. Mari kita selalu waspada dan berhati-hati saat menikmati keindahan pantai, agar tragedi seperti yang terjadi di Pantai Drini tidak terulang kembali.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar