15 Oktober: Hari Peringatan Kehamilan dan Kehilangan Bayi Sedunia
Setiap tanggal 15 Oktober, dunia berhenti sejenak untuk mengenang mereka yang telah pergi terlalu cepat—bayi yang tidak sempat melihat dunia, dan anak-anak kecil yang hanya sebentar hadir dalam pelukan. Hari Peringatan Kehamilan dan Kehilangan Bayi Sedunia bukan sekadar peringatan, tapi ruang bersama untuk berduka, berbagi, dan menyembuhkan.
Duka yang Sering Terabaikan
Kehilangan bayi, baik saat kehamilan, persalinan, maupun setelah lahir, adalah pengalaman yang sangat menyakitkan. Namun, banyak orang tua merasa kesedihannya tidak diakui. Mereka didorong untuk “cepat move on”, “ikhlas saja”, atau bahkan “anggap belum rezeki”. Padahal, kehilangan ini nyata. Duka ini sah.
💔 Setiap tahun, jutaan keluarga di seluruh dunia mengalami keguguran, lahir mati, atau kehilangan bayi. Di Indonesia, angka kematian bayi masih menjadi tantangan besar, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan.
Mengapa Hari Ini Penting?
- 🕯️ Memberi ruang bagi orang tua untuk mengenang dan mengekspresikan duka
- 🤝 Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya empati dan dukungan
- 🩺 Mendorong peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak
- 📣 Menghapus stigma dan membuka percakapan tentang kehilangan yang sering disembunyikan
Cara Kita Bisa Mendukung
- 🌸 Dengarkan tanpa menghakimi. Kadang, kehadiran lebih berarti daripada kata-kata.
- 📘 Edukasi diri tentang keguguran, lahir mati, dan kematian neonatal.
- 🕯️ Ikut serta dalam kampanye “Wave of Light” dengan menyalakan lilin pukul 19.00 sebagai simbol cinta dan kenangan.
- 💬 Bagikan cerita atau kutipan yang menguatkan di media sosial, dengan tagar #WaveOfLight atau #HariPeringatanKehamilan.
Untuk Para Orang Tua yang Berduka
Kehilanganmu tidak kecil. Cintamu tidak berakhir. Kamu tidak sendiri.
Setiap detak jantung yang sempat terdengar, setiap tendangan kecil di dalam perut, setiap nama yang sempat direncanakan—semuanya berarti. Hari ini, kami mengenang bersama. Kami menyalakan cahaya untukmu dan untuk mereka yang telah pergi.
“Mereka mungkin tidak pernah mengisi dunia dengan suara, tapi mereka memenuhi hati dengan cinta.”

Tinggalkan komentar