A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Di tengah gegap gempita perkembangan zaman, ada sebuah hal mendasar yang seringkali kita anggap remeh: pangan. Setiap tanggal 16 Oktober, komunitas global bersatu untuk memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS), sebuah momen refleksi dan aksi bersama. Pada tahun 2025, peringatan ini mengusung tema yang sangat powerful: “Hak atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik” .

Tema ini menegaskan bahwa akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi bukanlah sekadar privilege, melainkan hak asasi setiap insan yang menjadi fondasi untuk membangun kehidupan dan masa depan yang berkelanjutan.

✨ Mengapa Transformasi Sistem Pangan Itu Penting?

Laporan The State of Food Security and Nutrition in the World 2025 memberikan gambaran yang tegas: dunia masih jauh dari target untuk mengakhiri kelaparan pada 2030 (SDG Target 2.1) . Inflasi harga pangan yang terus-menerus tinggi telah menggerogoti daya beli masyarakat, terutama rumah tangga berpendapatan rendah, sehingga menyulitkan mereka untuk mengakses pola makan sehat . Kerentanan ini semakin nyata dialami oleh kelompok rentan, termasuk perempuan dan komunitas pedesaan .

Di sinilah kita membutuhkan perubahan mendasar. Laporan FAO terbaru, “Transforming Food and Agriculture through a Systems Approach”, menekankan bahwa pendekatan business-as-usual tidak akan mampu menyelesaikan masalah kompleks yang saling terkait ini . Kita perlu beralih ke pendekatan sistem yang melihat seluruh mata rantai pangan—dari produksi hingga konsumsi—sebagai satu kesatuan yang terhubung .

🌱 Jalan Menuju Masa Depan: Menerapkan Pendekatan Sistem

Konsep “sistem pangan” mungkin terdengar teknis, namun pada intinya adalah tentang cara kita memandang keterkaitan. Sebuah sistem pangan yang tangguh memastikan bahwa para petani sejahtera, lingkungan terjaga, dan konsumen memiliki akses ke makanan yang sehat. Inilah prinsip “Better Production, Better Nutrition, a Better Environment, and a Better Life” yang diusung FAO .

Beberapa negara telah mempelopori penerapan pendekatan sistem ini dengan strategi yang menginspirasi:

NegaraStrategi Inti & Fokus Utama
ZambiaProgram Transformasi Pertanian Komprehensif (CATSP): Mengedepankan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, dari tingkat nasional hingga daerah, dengan pengawasan langsung oleh Dewan Tinggi Transformasi Pertanian yang diketuai Presiden .
RwandaRencana Strategis Kelima Transformasi Pertanian (PSTA5): Strategi nasional pertama yang dirancang dengan pendekatan sistem pangan dan lensa ketahanan iklim, dikembangkan melalui konsultasi dengan lebih dari 2.000 pihak .
ChileInisiatif “Elige Vivir Sano” (Pilih Hidup Sehat): Pendekatan “whole-of-government” yang menyatukan berbagai kementerian untuk mengatasi masalah malnutrisi dan penyakit tidak menular dengan mengubah cara produksi, akses, & konsumsi pangan .
IrlandiaInisiatif Sistem Pangan Berkelanjutan (SFSI): Membangun kolaborasi lintas sektor & berbagi keahlian internasional di bidang keamanan pangan, peternakan, & produktivitas akuakultur .

🤝 Peran Aktif Kita: Dari Komitmen ke Aksi Nyata

Lantas, bagaimana kita sebagai individu dan komunitas dapat berkontribusi? Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak kita semua untuk menjadikan peringatan HPS 2025 sebagai momen “pertobatan ekologis dan solidaritas” . Berikut adalah beberapa langkah konkret yang dapat kita wujudkan:

  1. Kurangi Pemborosan Makanan: Mulai dengan merencanakan menu, membeli secukupnya, dan mengelola sisa makanan dengan bijak . Setiap gigitan yang tidak terbuang adalah wujud syukur.
  2. Dukung Pertanian dan Produk Lokal: Dengan membeli dari petani lokal, kita tidak hanya mendapatkan bahan pangan yang lebih segar, tetapi juga menguatkan perekonomian daerah dan mengurangi jejak karbon .
  3. Terapkan Pola Konsumsi B2SA: Prioritaskan konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman . Ini adalah kunci untuk memerangi malnutrisi dan stunting pada generasi mendatang.
  4. Libatkan Kaum Muda: Sekitar 1,3 miliar pemuda global bergantung pada sistem pangan untuk mata pencaharian mereka . Beri mereka akses kepada lahan, pelatihan, dan teknologi agar bisa menjadi motor inovasi dan keberlanjutan .
  5. Berbagi dengan Penuh Solidaritas: Seperti seruan KWI, berbagi rezeki kepada mereka yang membutuhkan dan menjalani gaya hidup sederhana adalah tindakan nyata yang menghormati bumi sebagai rumah bersama .

💫 Penutup: Setiap Aksi, Sekecil Apapun, Bermakna

Hari Pangan Sedunia 2025 mengingatkan kita bahwa mewujudkan hak atas pangan adalah sebuah perjalanan kolektif. Dengan semangat gotong royong, pendekatan sistem yang terpadu, dan komitmen untuk bertindak—mulai dari meja makan keluarga hingga ke ruang kebijakan—kita dapat mengubah tantangan menjadi peluang.

Masa depan pangan kita ditentukan oleh pilihan yang kita buat hari ini. Mari wujudkan “Hak atas Pangan untuk Kehidupan dan Masa Depan yang Lebih Baik”, demi kita semua dan untuk generasi yang akan datang.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. asrohmandar69 Avatar

    Tapi 1,2 milyar orang di dunia dalam risiko kelaparan dengan berbagai sebab! 🌶🍅🍠

    Suka

Tinggalkan komentar