20 Oktober: Hari Osteoporosis Sedunia – Saatnya Jaga Tulang Sebelum Rapuh
Tulang kita adalah fondasi tubuh. Ia menopang, melindungi organ vital, dan memungkinkan kita bergerak bebas. Namun, seiring bertambahnya usia, tulang bisa kehilangan kepadatannya dan menjadi rapuh. Inilah yang disebut osteoporosis—penyakit diam-diam yang sering baru terdeteksi setelah terjadi patah tulang.
Setiap tanggal 20 Oktober, dunia memperingati Hari Osteoporosis Sedunia untuk meningkatkan kesadaran tentang pencegahan, deteksi dini, dan pengelolaan osteoporosis. Di Indonesia, dengan populasi lansia yang terus meningkat, isu ini menjadi semakin relevan.
Apa Itu Osteoporosis?
Osteoporosis adalah kondisi di mana tulang menjadi lemah dan mudah patah akibat penurunan massa tulang dan perubahan struktur mikroskopisnya. Patah tulang yang paling umum terjadi di pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.
Sering kali, penderita tidak menyadari bahwa mereka mengidap osteoporosis sampai terjadi patah tulang akibat jatuh ringan atau bahkan hanya batuk keras.
Siapa yang Berisiko?
- 👩🦳 Wanita pasca-menopause (karena penurunan hormon estrogen)
- 👨🦳 Lansia, terutama di atas usia 65 tahun
- 🧬 Orang dengan riwayat keluarga osteoporosis
- 🚬 Perokok dan peminum alkohol
- 🛌 Individu dengan gaya hidup sedentari (kurang gerak)
- 🍟 Pola makan rendah kalsium dan vitamin D
Gejala yang Sering Terabaikan
- Nyeri punggung kronis
- Penurunan tinggi badan
- Postur membungkuk
- Patah tulang akibat cedera ringan
Pencegahan: Investasi Sejak Dini
💡 Osteoporosis bukan takdir. Ia bisa dicegah dengan gaya hidup sehat dan nutrisi yang tepat:
- 🥛 Konsumsi makanan tinggi kalsium: susu, keju, ikan teri, sayuran hijau
- ☀️ Paparan sinar matahari pagi untuk vitamin D alami
- 🏃♀️ Olahraga beban dan aktivitas fisik rutin
- 🚭 Hindari rokok dan alkohol
- 🩺 Pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala, terutama bagi kelompok risiko
Tema Global 2025: “Build Better Bones”
Tahun ini, kampanye global menekankan pentingnya membangun tulang yang kuat sejak muda. Masa remaja adalah periode emas pembentukan massa tulang. Maka, edukasi harus dimulai sejak dini—di sekolah, keluarga, dan komunitas.
Mari Rayakan dengan Aksi

🎉 Gunakan momen 20 Oktober untuk:
- Mengadakan senam tulang sehat di komunitas atau sekolah lansia
- Membagikan konten edukatif tentang osteoporosis di media sosial
- Mendorong pemeriksaan tulang gratis di fasilitas kesehatan
- Mengajak keluarga untuk mulai gaya hidup ramah tulang
“Tulang yang kuat bukan hanya untuk berdiri tegak, tapi untuk menjalani hidup dengan percaya diri.”

Tinggalkan komentar