Fenice untuk Twitter

Beberapa bulan terakhir, saya mengalami masalah dengan aplikasi resmi Twitter untuk Windows dari Microsoft Store. Saya selalu memerlukan masuk ulang (re-login) jika hendak mengakses Twitter, dan ini agak menjengkelkan – karena harus membuka ponsel dan mencari aplikasi otentikasi yang saya gunakan untuk kunci berlapis perlindungan akun Twitter. Ada banyak aplikasi dari pengembang lain di MicrosoftLanjutkan membaca “Fenice untuk Twitter”

Aplikasi Google Meet untuk Windows

Google memiliki aplikasi rapat (meeting) yang enak, kini Hangout berubah menjadi Google Meet yang sangat mudah dan nyaman digunakan. Bisa melalui aplikasi Gmail di ponsel maupun dengan peramban di komputer. Sayangnya, Google Meet tidak memiliki aplikasi asli pada sistem operasi Microsoft Windows (dan mungkin juga pada distribusi Linux). Hal ini karena Google bersikeras bahwa aplikasiLanjutkan membaca “Aplikasi Google Meet untuk Windows”

Pop!_OS

Berbicara tentang sistem operasi distribusi Linux, Pop!_OS bukan pemain baru, namun juga bukan pemain lama. Sebagaimana halnya Zorin, Lite, dan Mint yang terlebih dahulu menghadirkan turunan Ubuntu dengan cita rasa mereka, PoP!_OS belakangan ini naik daun berkat cita rasa yang mereka berikan. Distribusi Linux bisa dikatakan sistem operasi dengan paling banyak cita rasa dan sajian.Lanjutkan membaca “Pop!_OS”

Windows 11? Atau tetap di Windows 10?

Empat hari yang lalu, Microsoft mengumumkan peluncuran Windows 11 sebagai penerus Windows 10. Banyak ulasan sudah muncul oleh mereka yang mencoba. Sementara saya sendiri berpikir sesuatu yang lain. Sistem operasi seperti Windows 11 adalah sebuah investasi. Oke bahwa Windows 10 gratis, dan mungkin peningkatan ke Windows 11 yang akan meluncur di akhir tahun ini jugaLanjutkan membaca “Windows 11? Atau tetap di Windows 10?”

Skype, Teams, dan Zoom Meeting, pilih mana?

Pada era pertemuan digital ini, banyak sekali pilihan layanan pertemuan daring (online meeting) yang tersedia bagi kita. Zoom Meeting merupakan aplikasi yang paling populer, banyak sekali digunakan dalam pertemuan online. Kali ini, saya hendak memberikan sedikit opini mengenai tiga layanan, yaitu Skype, Teams, dan Zoom Meeting. Batasan ulasan ini adalah fungsi layanan sebagai media pertemuaLanjutkan membaca “Skype, Teams, dan Zoom Meeting, pilih mana?”

ProtonMail dan CTemplar

Apakah kita pernah berpikir bahwa email selaaknya bisa memberikan privasi yang lebih baik? Surat kita tidak dibaca oleh mesin untuk menampilkan iklan yang cocok di halaman-halaman yang kita kunjungi? Anda sendiri pakai email dari penyedia yang mana? Yahoo, Google, atau Outlook? Setidaknya itu adalah pemain besar yang ada saat ini. Saya sendiri adalah penggemar Outlook,Lanjutkan membaca “ProtonMail dan CTemplar”

500px over Flickr

Anda yang suka foto-foto, paling demen mengunggah hasil jepretan di mana? Pastinya di Instagram kan? Tidak mungkin sekarang ada yang bilang di foto album keluarga yang khas pada dua-tiga dasawarsa yang lalu itu kan? Saat ini jarang melihat generasi milenial dan setelahnya tidak memiliki akun Instagram, yang nyaris sama populer dengan Facebook dan WhatsApp, bahkanLanjutkan membaca “500px over Flickr”

Mengapa pilih Luminar AI?

Sebelumnya saya menyampaikan bahwa favorit penyunting komposisi foto bagi saya sendiri adalah LuminarAI, walau-pun saya memilih Polarr pada akhirnya sebagai aplikasi praktis sehari-hari. Tapi jangan keliru, pada saat “gila,” saya bisa memilih menggunakan LuminarAI . Dari sejumlah aplikasi yang saya coba, Adobe Lightroom Mobile, RawTherapee, DxO Photolab 4, Polarr, Snapseed, Luminar 4; maka LuminarAI merupakanLanjutkan membaca “Mengapa pilih Luminar AI?”

Alternatif Lightroom

Anda ingin agar foto terlihat lebih baik, meskipun hanya diambil dengan menggunakan kamera ponsel? Tidak puas dengan sekadar filter dari Instagram? Anda mungkin memerlukan perangkat lunak seperti Adobe Lightroom yang bisa diakses dari komputer maupun gawai. Sayangnya, bagi saya, Adobe Lightroom itu mahal, berlangganan bulanan lumayan menguras kantong. Dan ketika saya mencoba versi uji coba,Lanjutkan membaca “Alternatif Lightroom”

Sony RX100 VII

Selain Pentax Q10, kadang saya mengambil gambar dengan RX100 VII (Sony DSC-RX100M7) yang merupakan salah satu kamera kompak yang saya pakai saat ini. Semua Sony RX100 memiliki riwayat mereka masing-masing sejak seri awal, hingga berkembang saat ini sebagai kamera kompak dengan banyak penggemar. Kamera ini bersanding dengan kamera saku dari produsen lain, seperti Ricoh GRLanjutkan membaca “Sony RX100 VII”