A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Berjalan seorang diri di bawah guyuran sinar-sinar kecil pada langit malam yang cerah, sedikit memberikan apa yang dikenal sebagai kesunyian yang menyejukkan. Aku melihat banyak hal yang terkadang membuatku cukup ceroboh untuk melewatkan setiap kerlip yang jatuh dengan indahnya di lapisan-lapisan udara yang bergerak pelan. Dan itulah yang kusebut dengan kesibukan pikiran yang selalu memungut terlalu banyak hal daripada yang ia perlukan.

Tautan yang sederhana dalam setiap langkah dan napas hanyalah sebuah kekinian, memandang tanpa memandang karena hanya ada memandang. Mengenal tanpa mengenal dari setiap bentuk yang tak berbentuk. Ada kebimbangan dan ada kelapangan, oleh setiap gerak yang ingin memulai dan telah terhenti.

Ah… betapa aku tak hendak memahami apapun, setiap kali kurebahkan tubuhku di atas rerumputan yang mulai terbasahi ketika embun menetes di antaranya, dapat kulihat bentangan yang luar biasa seakan seluruh waktu berada di dalamnya. Ya, aku tahu sedikit menjadi lelah beberapa saat belakangan ini, namun ini pun kan berlalu, sebuah malam yang sepi nan indah.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar