Malam Yang Sepi

Berjalan seorang diri di bawah guyuran sinar-sinar kecil pada langit malam yang cerah, sedikit memberikan apa yang dikenal sebagai kesunyian yang menyejukkan. Aku melihat banyak hal yang terkadang membuatku cukup ceroboh untuk melewatkan setiap kerlip yang jatuh dengan indahnya di lapisan-lapisan udara yang bergerak pelan. Dan itulah yang kusebut dengan kesibukan pikiran yang selalu memungut terlalu banyak hal daripada yang ia perlukan.

Tautan yang sederhana dalam setiap langkah dan napas hanyalah sebuah kekinian, memandang tanpa memandang karena hanya ada memandang. Mengenal tanpa mengenal dari setiap bentuk yang tak berbentuk. Ada kebimbangan dan ada kelapangan, oleh setiap gerak yang ingin memulai dan telah terhenti.

Ah… betapa aku tak hendak memahami apapun, setiap kali kurebahkan tubuhku di atas rerumputan yang mulai terbasahi ketika embun menetes di antaranya, dapat kulihat bentangan yang luar biasa seakan seluruh waktu berada di dalamnya. Ya, aku tahu sedikit menjadi lelah beberapa saat belakangan ini, namun ini pun kan berlalu, sebuah malam yang sepi nan indah.

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

%d blogger menyukai ini: