Beberapa waktu yang lalu aku mengalami beberapa kesulitan dengan WIndows 6.0 (vista) dengan service pack 2-nya, beberapa kali kupasang…, eh…, ternyata pemasangan gagal.
Saat ini aku sedang menunggu jawaban dari pihak microsoft untuk permasalahan ini setelah aku mengirimkan semua data yang diperlukan melalui microsoft diagnostic tool. Aku sendiri belum berhasil untuk semua itu, namun aku tak terlalu mengkhawatirkannya, lagi pula aku belum melihat nilai signifikan pembaharuan service pack ini (aneh juga kalau mengingat bahwa microsoft juga melepas ke dunia maya sebuah paket pencegah pembaharuan service pack).
Kemudian aku mendapati dari majalah CHIP edisi bulan ini yang kubeli di toko komik langgananku (he he…, beli majalah teknologi koq di toko komik). Ternyata mendapatkan bundle sebuah DVD Windows 7 Release Candidate, digunakan pada sistem 32-bit x86, dengan kadaluarsa hingga 1 Juni 2010. Sebuah bundle resmi langsung dari Microsoft.
Pikirku boleh juga nih coba-coba dengan Windows baru, sebuah sistem operasi yang akan menjadi pengganti Windows yang saat ini kugunakan. Aku mencoba menjalankan Windows 7 Upgrade Advisor Beta, dan melihat hasilnya setelah beberapa menit tampaknya program ini sibuk terhubung ke dunia maya dan server microsoft. Hasilnya, wah…, ternyata semua bagian komputer-ku (Acer TravelMate 6293) lolos dan dinyatakan mampu menjalankan Windows 7.
Kemudian aku terduduk dan terhenyak kembali, hah…, memperbaharui sebuah sistem operasi bukanlah hal yang mudah, maksudku tidak secara teknis, namun menyita waktu, dan kadang aku yang selalu ingin segeranya cepat selesai menjadi tidak sabaran.
Kemudian dinyatakan keperluan minuman perangkat keras yang dibutuhkan adalah:
- CPU 1 GHz atau lebih canggih
- RAM 1 GB atau lebih tinggi
- Ruang diska keras 16 GB atau lebih banyak
- Perangkat grafis mendukung DirectX 9 dengan WDDM 1.0 atau lebih ampuh
- Kandar optik DVD
- Akses Internet.
Tentu saja jika ingin mengaktifkan fitur mewah di Windows 7 akan memerlukan spesifikasi yang jauh lebih handal dari spesifikasi minimal di atas.
Aku membaca ulang berbagai kajian tentang sistem operasi baru ini. Namun dari mereka yang berpengalaman menyampaikan bahwa tidak banyak perbaikan yang dialami oleh Windows 7 dibandingkan dengan Windows 6.0, yang mungkin perbaikan kernel, perbaikan grafis, dan beberapa penambahan dan pengurangan pernak-pernik. Seperti tidak adanya sidebar, kemudian munculnya sistem action center, dan sebagainya.
Kubaca penambahan fitur aero yang diberikan, kemudian aku mendapatkan bayangan “koq rasanya tidak berbeda ya dengan OpenSUSE Linux yang sedang kujelajahi”, buat apa kalau fitur yang sama, bosan saja.
Kemudian melihat dukungannya yang hanya sesaat, hingga pelesapan resminya yang direncanakan mendekati akhir tahun 2009 ini, mungkin release candidate tidak akan banyak menolong kecuali memang benar-benar ingin bereksperimen dengan semua itu.
Ha ha, kalau mengingat nanti harganya sekitar US$ 199 hanya untuk starter pack (paket pemula super minimalis), maka itu harganya sekitar 3x untuk Windows Vista. Walau versi ultimate mungkin sekitar US$ 399 tidak jauh berbeda dengan saat Vista dilepas ke pasaran pertama kali. Walau harga ini hanya bagian dari desas-desus, namun nilai itu tetaplah sebuah harga yang luar biasa mahal. Jika memang di negara ini akan diadakan penghapusan sistem operasi ilegal di setiap komputer yang dimiliki masyarakat, saya rasa harga sebuah sistem operasi berbayar seperti Windows 7 dari Microsoft ataupun SnowLeopard yang merupakan OSX, tidak akan ada yang bisa dijangkau oleh masyarakat kelas menengah sekali pun. Mau tidak mau bagi mereka yang ngiler setelah masa RC habis akan beralih kembali ke “bajakan”.
Selama ini Vista belum memperlihatkan keluhan bermakna bagiku, namun untuk mencoba sesuatu yang baru kurasa bisa saja mencoba Windows 7 jika ada kesempatan, namun kurasa tidak untuk selamanya. Aku akan amat mempertimbangkan pengeluaran dana untuk sebuah sistem operasi.
Apakah kamu punya pengalaman tentang mempertimbangkan beralih ke sistem operasi yang baru?

Tinggalkan Balasan ke Adnan Batalkan balasan